Upside Down

Upside Down

  • WpView
    Reads 1,324
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 27, 2017
Melupakan. Bukan hal yang mudah bagi siapapun. Tak terkecuali bagi Robin Calbert dan James Finnigan. Bagi Robin Calbert, untuk melupakan seseorang butuh waktu dua kali lipat dari waktu kau mengenalnya. Untuk melupakan kejadian butuh menjauh dari orang yang terkait. Dan untuk melupakan perasaan butuh hal lain untuk bisa menguburnya. Namun lain halnya bagi James Finnigan. Baginya, jika kau tidak bisa melupakan sesuatu, artinya sesuatu itu memang tidak patut dilupakan. Artinya sesuatu itu mungkin memang harus di perjuangkan. Robin dan James. Di kejar masa lalu. Di hantui luka lama. Yang lain berusaha lari sedangkan yang satunya berusaha menggapai. Mungkin jika salah satunya bergerak lebih cepat, mereka akan tau siapa yang akhirnya menang.
All Rights Reserved
#297
flashback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Sunrise in Nightmare
  • Bersamamu
  • Kembali Untukmu
  • Moments to Remember
  • Echoes Of Goodbye (END)
  • Hidden Genius
  • Remembrance
  • Married By Accident

Setiap malam, di keheningan rumah besar itu, seorang pembantu setia melangkah pelan menuju kamar sang nona muda. Dengan lembut, ia menyanyikan lagu pengantar tidur hingga nona terlelap, lalu tetap di sisinya, seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua. Malam-malam sunyi itu berubah menjadi momen yang penuh kehangatan dan kebersamaan, membisikkan perasaan yang perlahan tumbuh di hati sang pembantu-sebuah cinta yang ia tahu tak boleh ada. Namun, semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin dalam perasaannya terjebak. Ia sadar, dirinya hanyalah seorang pembantu, seseorang yang dunianya jauh dari sang nona muda yang begitu ia kagumi. Cinta ini ibarat mimpi yang tak mungkin terwujud, namun harapannya tetap berbisik, mempertanyakan apakah keajaiban bisa menyentuh dua hati dari dunia yang begitu berbeda. Di tengah pertentangan batin dan realita yang dingin, ia bertanya-tanya: dapatkah cinta mengatasi batasan yang telah lama membentang, atau justru akan terkubur dalam sunyi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines