Through the Dimension

Through the Dimension

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2017
"Arghh..sial!" Aku selalu suka pohon, tapi kali ini ranting pohon ini sungguh membuatku marah. Berusaha bangkit dan berlari, namun gaun putih panjang merepotkan ini tersangkut di akar pohon yang sama. "Astaga, Anne! Mereka datang. Berdiri! Cepat! " teriakan cempreng Sam terdengar nyaring. Aku memaklumi jika teriakan Sam terdengar lebih cempreng dari biasanya. Dia berdiri di depanku, terlihat sama paniknya denganku. Suara derap langkah-langkah berat dan derapan kuda menggema di seluruh hutan. "Sial!" aku berdiri dengan susah payah dan kembali berlari. Kali ini mengangkat baju panjang ini sampai ke lutut. Menghindari jatuh konyol dua kali. Suara ringkihan kuda di belakang kami terdengar mendekat. Aku merutuki Brian dan Sean yang dengan bodohnya merancanakan pelarian yang begitu terbuka. Jika kami mati di tangan para monster itu malam ini. Aku akan menghantui dua idiot itu, tak perduli mereka juga hantu. "Anne! Lakukan sesuatu yang berguna!!" teriakan James hanya membuatku semakin panik. "Seperti?!" balasku berteriak sambil terus berlari. Saat kau tahu nyawamu akan melayang dalam hitungan detik dan tubuhmu mati rasa karena lelah melarikan diri dari kematian, akan sangat sulit untuk berfikir. "Lakukan gerakan cahaya cahayamu itu!!" teriakan Jack lebih terdengar seperti putus asa. Detik berikutnya, aku berlari terbalik dan mengeluarkan semua tenagaku untuk tebasan plasmaku untuk para biadab itu. Hal terakhir yang ku dengar walau samar samar.. Teriakan pilu Malediction keparat itu. *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
All Rights Reserved
#8
mystical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Teman Lama (Empat)
  • Cerita Kami (Satu)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Glitch
  • My Friend Is My Strength
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Pieces of Light

~ini lanjutan cerita ~MISI GABUNGAN sepulang sekolah Zahra mendapat panggilan yang mengharuskan dia menghadiri ekskul stem yang dia sebenarnya tidak mau pergi kesana. Tapi berbeda dengan Yusuf dan Rahman yang tidak banyak protes dan tetap mendatangi ruang ekskul stem. "Arggh, aku padahal udah bilang gak mau ikut loh" omel Zahra sepanjang jalan "Dah tu, kita coba je la, kalau tak seronok baru berhenti" ucap Rahman "Koleksi stem, jelas la tak seronok, ape la kau ni Rahman" ucap Yusuf "Mana sih ruangannya?" Marah Zahra karena sudah lelah berjalan "Haa tu, bilik stem" ucap Yusuf Mereka bertiga berjalan dan masuk kedalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang. "Ooh, salah masuk kita ni" komentar Rahman Mereka berbalik keluar tapi terkejut saat melihat cikgu bidin didepan pintu. "HWAAA, cikgu bidin. Jangan ngagetin dong" marah Zahra "Korang dah sampai, ambil satu-satu, habistu letak Kat sini" ucap cikgu bidin Mereka bertiga menurut dan setelah meletakkan Stam ke buku tiba-tiba muncul pintu rahasia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines