TWIN LOVE

TWIN LOVE

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 7, 2016
Prolog.. "Aku mencintainya tapi aku tidak bisa mengatakan perasaanku sesunggunya padanya, apakah aku munafik. " "Aku melihat dia sangatlah rajin sifat yang tertutup tidak ada yang mau tau dengan kehidupannya, aku penasaran dengannya. " Entah terjadi masalah apa dengannya dan di saat itu juga aku tidak lagi menemukan sesosok orang yang tertutup yang srlalu membuatku penasaran. 7 tahun kemudian Seorang gadis berlari laro di koridor kelas karena telat masuk kelas, dan untungnya saja dia tidak telat... Nah bagaimanakah kisah selanjutnya alice dan seorang gadis yang mirip dengannya siapa sebenarnya gadis itu.
All Rights Reserved
#588
persaudaraan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • EXCHANGE
  • Im not alone
  • PACAR CUEK
  • painful love or unrequited love
  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • FAMOUS (COMPLETED)✔

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines