SIN TIAW HIAP LU

SIN TIAW HIAP LU

  • WpView
    Reads 7,231
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 19, 2016
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Judul Asli : Sin Tiaw Hiap Lu Oleh Chin Yung Ebook : Dewi KZ Musim rontok, nona Kanglam petik teratai di pinggir sungai, Lengan baju sempit, kun-nya enteng melambai-lambai, Sepasang gelang emas, lapat-lapat kelihatan. Bayangan muka (atas air), memetik bunga, bunga laksana muka, Hati tergoncang ibarat getaran tali tetabuan tjeng, Di tikungan Sungai Keecio, gelombang badai datangnya terlambat, Halimun tebal, asap enteng berterbangan, Tapi si dia yang ditunggu, tak juga muncul kelihatan. Suara nyanyian lapat-lapat membikin ingat 'tu kejadian. Ketika di gili-gili Kanglam dengan sedih berpisahan. Demikianlah sajak "Kupu-kupu rindukan bunga" yang dibuat oleh penyair kenamaan zaman Pak Song (Song Utara), Ouwyang Siu. Ia lukiskan pemandangan selagi seorang gadis Kanglam memetik teratai, dengan hanya menggunakan enam puluh huruf Tionghoa. Akan tetapi, dengan enam puluh huruf itu, ia berhasil melukiskan musimnya, tempatnya, pemandangannya, parasnya sang nona, pakaiannya, perhiasannya dan perasaannya, semuanya dilukiskan dengan indah sekali seperti cuma dapat dilukiskan oleh seorang penyair besar. Ouwyang Siu tinggal lama di Kanglam, sehingga ia mengetahui benar keadaan di daerah itu. Musim semi dengan pohon yangliu-nya, musim panas dengan buah engtoh-nya dan musim rontok dengan gadis-gadisnya yang memetik buah teratai, adalah pemandangan istimewa dari Kanglam yang indah permai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harta Karun Jenghis Khan
  • Pertikaian Tokoh - tokoh Persilatan (Hoa-san Lun-kiam)
  • Rahasia Kunci Wasiat (Wo Lung Shen)
  • Kisah Membunuh Naga (To Liong To / Heaven Sword and Dragon Sabre) - Jin Yong
  • [1]The Deep Palace : Locks the Phoenix's Sin / Suo Huang Nie (深宫锁凰孽)

Pengenalan Tokoh : Ceng Thian Sin Ceng Thian Sin atau Pendekar Sadis adalah putra dari Ceng Han Houw, pangeran sakti yang pernah ingin menjadi pendekar nomor satu di kolong langit, dan Lie Ciaw Sie putri dari Cia Giok Keng. Thian Sin mewarisi ilmu kesaktian dari ayahnya, salah satunya adalah Hok Te Sin Kun. Selain itu Thian Sin juga mewarisi Thi-Ki-I-Beng dari Cia Sin Liong. Bahkan atas bimbingan seorang pertapa himalaya, dia juga menguasai hoat-sut (sihir) yang sukar dicari tandingannya. Di masa mudanya, Thian Sin terkenal sadis terhadap para penjahat. Thian Sin saling mencinta dan hidup bersama dengan Toan Kim Hong yang berjuluk Lam Sin (Malaikat Selatan) dan mempunyai putri Ceng Sui Cin. Mereka tinggal di pulau Teratai Merah. Merupakan tokoh sentral dari 3 serial sekaligus: Pendekar Sadis, Harta Karun Jenghis Khan, dan Siluman Guha Tengkorak. (SERIAL: Pendekar Sadis, Harta Karun Jenghis Khan, Siluman Guha Tengkorak, Asmara Berdarah) Cia Han Tiong Cia Han Tiong merupakan putra tunggal dari Pendekar Lembah Naga Cia Sin Liong, ibunya adalah Bhe Bi Cu. Meski tidak terlalu tampan, tapi sangat tenang, berwibawa, dan santun. Dia adalah satu dari 3 orang yang dihormati dan ditakuti bukan karena kesaktiannya oleh Pendekar Sadis Ceng Thian Sin, adik angkatnya. Mewarisi seluruh kepandaian ayahnya (kecuali Thi-Khi-i-Beng) dan mendirikan Pek-liong-pang (Perkumpulan Naga Putih), meski akhirnya dibubarkan setelah istrinya, Ciu Lian Hong, terbunuh. Mempunyai seorang putra bernama Cia Sun. Toan Kim Hong Toan Kim Hong adalah putri seorang pangeran bernama Toan Su Ong yang lari dari istana dan pendekar wanita Ouwyang Ci yang mewarisi ilmu-ilmu dari panglima The Hoo. Sebelum bertemu Thian Sin, dia menyamar sebagai nenek-nenek dan menjadi salah satu dari 4 datuk sesat, Lam Sin (Malaikat Selatan), serta memimpin Bu-beng Kai-pang yang amat disegani. Amat cantik jelita dan ilmunya hanya sedikit tingkatannya di bawah Thian Sin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines