My Diary

My Diary

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 8, 2016
Cewe yang punya penyakit.Dibilang parah juga engga dibilang ga parah juga engga ya intinya bisa mematikan.Yaps, dia Ashalina Yumnaa Naladhipa.Dia langganan dibully sama geng gong kuda poni. Cowo yang bisa disebut nakal,suka nongkrong sambil ngerokok.Dia nakal semenjak keluarga dia berantakan.Dia anak broken home.Dia adalah Azka Raqila Basilius.Anak keturunan Belanda. Asha percaya bahwa cinta itu ada.Buktinya dia merasa nyaman ketika dengan keluarga nya.Berbeda dengan Azka,dia merasa tidak mendapat cinta dari keluarganya dan seseorang yang bisa menemaninya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Bercerita
  • Duka Rakit Kecil.
  • Baby sitter
  • stay with me
  • The Family
  • KANATA
  • Avya Milik Ku
  • neyquanza {End}
  • KARA

Reivan Artha Aksara atau Aksa, adalah anak bungsu yang lahir tepat di hari kematian ibunya. Sejak hari itu, ia dituduh sebagai pembawa sial. Ayahnya, Aji, tak pernah benar-benar memandangnya sebagai anak. Kakaknya, Andrinna, tumbuh dengan kebencian yang sama. Di dalam rumahnya sendiri, Aksa adalah asing. Namun, Aksa tidak pernah berhenti berharap. Dalam diamnya, ia belajar mencintai mereka yang membencinya. Dalam sakitnya, ia tetap berjuang untuk membuat keluarganya utuh kembali. Ia menyimpan penyakit ginjal yang dideritanya sejak remaja, menyembunyikan tangisnya dalam surat-surat dan halaman diary, sambil terus belajar menjadi kuat. Hidup membawanya ke Belanda sebagai siswa pertukaran pelajar-jauh dari rumah, jauh dari luka, tetapi dekat dengan cahaya baru. Di negeri asing itu, Aksa menemukan arti keluarga melalui teman-temannya, tawa yang jujur, dan cinta yang tulus. Namun takdir memiliki jalan lain. Penyakitnya kembali menyerang, dan di tengah perjuangan hidup dan mati, rahasia-rahasia masa lalu pun terungkap sang guru les yang selama ini membantunya ternyata adalah simpanan sang ayah. Semua luka yang tak pernah sembuh akhirnya berdarah kembali. Di saat-saat terakhir, Aksa memilih untuk memaafkan. Ia memberi pesan damai kepada semua yang menyakitinya, bahkan kepada ayah dan ibu tirinya. Ia ingin keluarganya tetap bersama, meski tanpa dirinya. Dan dengan senyum yang tulus, Aksa pergi... membawa semua luka, namun meninggalkan cinta. "Aku tak hidup lama, tapi aku hidup dengan sungguh-sungguh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines