From Ex Became Husband

From Ex Became Husband

  • WpView
    Leituras 3,040
  • WpVote
    Votos 137
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadConcluída dom, dez 17, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
Hidup gue sekarang berasa klise banget. Gue dijodohin sama anak temen Bunda. Dan hal gilanya adalah ternyata anak temen Bunda itu mantan gue sendiri. Gue pernah pacaran sama dia selama 7 hari, dan setelah putus hubungan kita bener-bener kaya kucing sama anjing. Dan sekarang Bunda sama Ayah bilang kalo gue ga boleh nolak perjodohan ini? Gila aja! Ini cerita pertama gue. Gue ga jamin cerita ini bakalan bagus, tapi gada salahnya buat kalian coba baca.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Suddenly Marriage
  • Mendadak Mama (TERBIT)
  • Merried Without Love
  • Adira-Axel (Completed)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • NARENDRA, SPOILED HUSBAND (END)
  • Black Marriage [SELESAI] ✓
  • DISA | broken
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • My Lovely, My Swear, My Neighbour

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo