PUISI KAYLA
  • WpView
    LECTURES 2,792
  • WpVote
    Votes 356
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., sept. 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Mikalya Fitri. Gadis alay nan dramatis yang gapernah bisa diem. Otak pas-pasan, dan hobbinya malu maluin. Gak ada yang bagus kecuali wajah manisnya yang bisa sedikit menolong. Siapa yang sangka kalau Kayla suka menulis puisi? Semuanya tak ada yang menyangka. Hingga fakta itu terungkap oleh Tama Ramadhan, pria pujaan hati Kayla yang dengan tak sengaja menemukan buku yang berisikan kumpulan puisi milik Kayla.
Tous Droits Réservés
#796
complicated
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • feel blue
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Story Of School
  • Unpredictable Love [ON EDITING]
  • SIRNA
  • Penyair Dan Si Penyayat Hati
  • Keyzila
  • SOMEONE
feel blue

Kalila telah menyukai Rafi sejak lima tahun yang lalu. Diam-diam, ia menyimpan rasa yang tak pernah padam. Rafi adalah pusat semestanya-sosok yang tak tergapai, namun selalu hadir dalam benaknya, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Kalila menyebutnya cinta, tapi sahabatnya, Mika, lebih sering menyebutnya obsesi. Katanya, Kalila terlalu melankolis untuk ukuran seorang gadis remaja. Selama lima tahun itu pula, Rafi telah berganti pacar sebanyak musim berganti. Kalila? Ia tetap berdiri di tempat yang sama: mengagumi dari kejauhan, tanpa pernah berani menyapa, apalagi berharap dibalas. Rafi bahkan mungkin tak tahu namanya. Kalila menulis puisi ataupun pantun kepada Rafi berharap perubahan dan menciptakan skenario-skenario yang hanya hidup dalam kepalanya sendiri. Namun waktu berjalan, dan hidup tak pernah menunggu. Ketika kenyataan mulai menggerus mimpinya, Kalila pun mulai bertanya: sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh? Lantas, mau diapakan perasaan Kalila sekarang ini? Haruskah ia tetap diam dalam bayang-bayang, atau justru mulai menulis kisahnya sendiri-dengan atau tanpa Rafi di dalamnya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu