We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rebutan Kos

Rebutan Kos

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 9, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Lo gak salah baca, judulnya emang 'Rebutan Kos', BUKAN 'Rebutan Ibu Kos'. Dengan bantuan temannya, Koko pindah ke kosan Cemara kamar R-6, karena tertarik dengan harga sewanya yang super murah, Rp. 50.000 per bulan. Terlepas dari kamar nomor R-6, harga sewa kamar lain sebenarnya 10 kali lipat lebih mahal. Namun, ada alasan mengapa kamar R-6 dibanderol dengan harga super murah. Itu karena... setiap orang yang telah menghuni kamar itu, meninggalkannya dengan cepat. Paling pendek tiga jam dan paling lama tiga bulan. Meninggalkan kamar ini setelah hari ketiga masih dibilang normal. Karena itu, harga sewa terus menurun. Ketika ia kembali ke kosannya, ia menemukan Chichi, tuyul imut yang mengklaim kamar R-6 adalah rumah miliknya sejak jaman suharto dan ingin Koko angkat kaki dari kamar ini, tapi Koko melawan dengan menggunakan jimat-jimat pengusir setan. Kemudian, datanglah Yuni, seorang tukang sapu yang mengaku cewek penyihir dari cibaduyut menerjang jendela kamar Koko. Setelah itu, datang Kinanti, seorang dukun dari bawah tanah yang membawa emas batangan, dan Tuan Putri Tiamulus, alien dari kerajaan di galaksi yang jauh. Semuanya dengan satu tujuan yang sama, yakni merebut kamar kosan R-6 milik Koko. Mereka di sebut dengan penjajah. Semuanya bertarung hingga akhirnya ibu kos, Denok, datang dan memaksa mereka untuk menandatangani perjanjian damai.
All Rights Reserved
#134
penyihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Usai Transmigrasi, Istri Gendut Itu Kembali Lagi!
  • Antara KKN, Rama Dan Shinta
  • Roommate [complete]
  • Hey, He's Not Your God
  • (END) Bawa mal kembali ke 1986
  • Don't Make It a Wrong Place

Qiao Mei bertransmigrasi ke dalam novel sebagai karakter pendukung dengan nama yang sama dengannya namun tidak memiliki kehadiran. Karakter pendukung ini adalah seorang udik yang tidak bisa menikah karena obesitasnya. Menurut naskah aslinya, gadis ini adalah seorang gendut yang dimanjakan oleh kakeknya. Namun, semua kerabat mereka adalah orang-orang yang kejam dan jahat. Kakeknya memiliki kesehatan yang buruk. Oleh karena itu, keinginan terbesar kakeknya adalah menikahkan Qiao Mei. Untuk ini, bahkan mengorbankan dan mengkhianati cucu teman baiknya, Xia Zhe. Kakek membuat Xia Zhe mabuk dan menyuruh Qiao Mei secara paksa mengambil Xia Zhe yang kuat dan tampan dengan tubuhnya yang beratnya lebih dari dua ratus pon. Juga, dalam cerita aslinya, Qiao Mei mengambil alih batu giok misterius milik Xia Zhe. Namun karena kebodohannya, saudari sepupunya telah menipunya agar memberinya batu giok, yang mengakibatkan keluarga sepupunya menjadi kaya. Ketika Qiao Mei pindah ke sini, itu adalah saat yang canggung ketika dia bercinta dengan pria itu. Dia bangun dengan grogi keesokan harinya dan tim kakek sudah muncul di pintu. Qiao Mei ketakutan. Dia tidak ingin melanjutkan jalan aslinya dan menikah dengan pria yang tidak mencintainya. Jadi, dia berbohong dan mengusir kakek. Dia juga mendorong pria itu keluar sebelum memaksa dirinya untuk melihat bayangannya di cermin! Sayangnya, dia menangis melihat penampilannya yang jelek. Seperti pegulat sumo yang mengenakan pakaian dalam berukuran besar, bahkan toko pakaian ukuran plus tidak memiliki pakaian sesuai ukurannya. Dan wajahnya sebesar pizza, pizza hangus! Qiao Mei memutuskan untuk mengubah hidupnya! Langkah pertama, turunkan berat badan! Langkah kedua, bersihkan kamarnya! Langkah ketiga adalah memegang batu giok itu erat-erat agar sepupunya yang serakah tidak punya kesempatan! Hanya saja, bukankah Xia Zhe yang tinggi dan tampan seharusnya membencinya menurut cerita aslinya? Mengapa dia bersikap lebih baik dan lebih baik padanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines