Karena Farisya Bukan Kartini

Karena Farisya Bukan Kartini

  • WpView
    Odsłon 19
  • WpVote
    Głosy 2
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadDla dorosłychZakończone czw., cze 9, 2016
WpInfo
Fanfikcja
Memiliki seseorang yang cekatan dalam melangkah memang menguntungkan. Mungkin lebih tepatnya hidup mandiri. Alasan itu pula yang membuat Herman jatuh hati pada Farisya. * "Wanita terlalu mandiri juga tidak asik. Apalagi karirnya melesat," begitu pemaparan temannya. * Genap sepuluh bulan masa penjajakan, kini mereka menikah. Herman tersenyum bangga bisa bersanding dengan wanita cantik, pintar dan berprestasi dalam pekerjaan. Hati dan pikirannya melayang, menyongsong masa depan bersama wanita unggulan itu. ~*~ "Wanita terlalu mandiri juga tidak asik." Terngiang kembali dalam benak Herman ucapan temannya tersebut. Farisya untuk kesekian kalinya menolak untuk memilihkan bajunya dan selalu berkata, "Ayolah, Darling, waktu kita hanya terbuang percuma jika digunakan untuk berdiskusi memakai baju apa hari ini." * Setiap hari mereka saling bertemu raga, di kamar, meja makan atau ruang tamu. Sesekali mereka juga saling berbincang meskipun harus terganggu
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • tentang sebuah rasa
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • DESIDERIUM (SELESAI)
  • Mengejamu (Completed)
  • Caramel Latte (FreFlo) ✓
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Ku Pesan Cinta Lewat Do'a (Completed)
  • Lelaki Bayaran [END]
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • KONTRAK RAHASIA

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści