Baperzone

Baperzone

  • WpView
    Reads 854
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang kamu rasakan jika sahabat laki-lakimu menggenggam erat tanganmu? Baper. Apa yang kamu rasakan jika sahabat laki-lakimu mengusap kepalamu? Baper. Apa yang kamu rasakan jika sahabat laki-lakimu berbuat spesial kepadamu? Baper. Persahabatan serasa pacaran, yekan? Hingga akhirnya, gara-gara baper akan setiap perlakuan sahabat laki-lakimu itu menumbuhkan rasa suka. Bahkan sayang bahkan cinta juga. Apakah kamu berani mengungkapkannya? Apakah kamu percaya jika kamu bisa memendamnya? Apakah kamu tidak takut kehilangan dia? Apakah ini? Apakah itu? Dan masih banyak apakah lainnya yang akan membuatmu bimbang untuk mengatakan perasaanmu. Akan tetapi, kuatkah kamu memendamnya sendiri? Tidakkah kamu menginginkan dia juga membalas perasaanmu? Mungkin, ceritaku ini akan membantumu 'sedikit' untuk menghadapi situasi seperti itu. #Baperzone #RealStory
All Rights Reserved
#21
baperzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pal In Love
  • BadBoy or GoodBoy ✔
  • He is not My Best Friend (End)
  • Save Feelings
  • Friendzone
  • Stupid Feeling  [COMPLETED]
  • The our story(on going)
  • It HURTS
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔
  • Taken Slowly

[TELAH TERBIT] "Selalu ada luka, diantara persahabatan dan cinta." ÷×+-=Pal in Love=-+×÷ Masuk kelas unggulan di sekolah barunya jelas bukanlah hal yang diharapkan oleh seorang Kia-siswi dari kelas reguler sebelumnya. Kia sendiri malah lebih suka menyebut keputusan kepala sekolah yang notabene sahabat papanya itu sebagai musibah. Tentu saja Kia cukup sadar kalau dirinya hanyalah tipe murid kurang rajin belajar dan masih suka menghabiskan waktu untuk main piano tales di ponsel. Lalu, harus punya teman sekelas bermuka tembok dan bermulut menyebalkan seperti Andra adalah musibah tambahannya. Kesan pertama yang buruk di awal membuat Kia dan Andra selalu saja tidak bisa akur satu sama lain. Adu mulut dan saling lempar pelototan adalah cara yang mereka pilih untuk berkomunikasi. Di setiap kali pertemuan, pasti ada pertengkaran. Tapi hari-hari terus berlanjut. Berbagai cerita datang satu per satu diantara Kia dan Andra. Dan semua itu mulai menjebak mereka dalam alur dengan cinta dan persahabatan sebagai konfliknya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines