Teruja Cinta

Teruja Cinta

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 24, 2018
Dylandra Karenina, gadis yang sudah tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Ibunya membawa satu-satunya kakak kandung yang ia punya sejak ia kecil. Sedang ayahnya meninggal setahun lalu meninggalkan ia sendirian didunia ini. Hidupnya adalah kerja keras dan usaha hingga ia bertemu dengan Rachelle, model yang menjadi sahabatnya dan terlibat dengan orang-orang disekitarnya. Samuel Harris orang yang sejak lama ia kagumi atau Dave Mahendra, boss yang temperamental... siapa yang harus Karenina pilih?
All Rights Reserved
#27
wisdom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • POSSESIVE (END)
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • 3H [HS#1] [Completed]
  • Sea Heals Everything
  • SAAT MANUSIA MENJADI PREDATOR
  • 2nd Bite of The Cherry
  • Shadow of the unseen (Moqeel - Mohan Aqeela)
  • takdir 7 bersaudara

Nakyta Raquell gadis SMA yang dikenal dengan keramahan serta senyuman yang tak pernah lepas dari bibir mungilnya. Dia seperti sosok Ibu serta Kakak idaman bagi siapapun yang dekat dengannya. Gadis bertubuh mungil namun memiliki sifat dewasa, walau tidak sesuai dengannya. Semua akan merasakan kenyamanan jika dekat dengannya, tidak akan ada yang menolak pesona yang keluar dari dalam dirinya. Namun tidak ada yang tau jika Nakyta akan berubah drastis jika sudah dihadapkan oleh seseorang. Senyumnya yang selalu terkembang akan memudar dan digantikan dengan kegelisahan. Matanya yang selalu berbinar akan berubah menjadi ketakutan dan itu semua hanya satu sosok pria yang dikenalnya sebagai Kakak dari sahabat terbaiknya. Kesalahannya membuat Nakyta terjerumus kedalam sebuah lingkup dimana ia akan selalu merasakan kegelisahan serta ketakutan. Rasa itu selalu akan dirasakannya walau hanya dengan sebuah tatapan saja. Tatapan seorang Fariz Pramudya Husada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines