DESTINY
  • WpView
    Reads 5,405
  • WpVote
    Votes 311
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 1, 2017
Senja, hujan, dan pelangi yang mengiringi kepergiannya. Pergi meninggalkanku sendirian didalam kegelapan, kesunyian, kebingungan, dan penuh kebencian. Air mata yang tak dapat dibendung lagi, mengalir begitu saja bersama air hujan. Tidak ada yang lebih menyakitkan dibanding ditinggal tanpa alasan. --- Dan sekarang... Dia kembali. Kembali diwaktu yang sama. Kembali disaat senja, hujan, dan pelangi yang menyertainya. Tetapi untuk apa dia kembali? Kembali untuk memperbaiki? Atau kembali untuk menyakiti? Copyright November 2018 by Wanda Garini
All Rights Reserved
#121
rainbow
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainy Blue
  • Rianbow [SHS 1]
  • Pelangi Setelah Hujan (END)
  • IT HURTS
  • Hug me! (my lady)
  • Hujan Di Langit November
  • DIA (Completed)
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • Oktober kelabu
  • Rain Sound

Aku suka hujan, sebelum akhirnya reda di ujung kecewa. Aku tidak suka hujan, yang pada akhirnya membuatku terpaksa mengerti jeda di antara kita. Di bawah lampu jalan itu, semua benar-benar kau akhiri, kau tinggalkan semua cerita yang kukira akan menyenangkan jika kita jaga bersama. Nyatanya hujan biru ini menjadi akhir dari segalanya, entah harus kusebut apa rasa yang lebih dari sakit ini. Tapi aku yakin jika hujan saja bisa memberikan pelangi untuk langitnya, kuharap sakit ini juga bisa memberi makna untuk lukanya. Seperti pada akhirnya, hujan reda membawa cerita bagaimana caraku menemukannya. Menemukan pelangi berpayung biru itu, dia bilang cerita kita sama. -Reyla-

More details
WpActionLinkContent Guidelines