Bernama Luka

Bernama Luka

  • WpView
    Reads 994
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 13, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Karena, dari awal sudah ku sadari aku menggenggam duri. Namun, entah antibiotik apa yang terus tersuntik dalam batinku, aku kebal. Akan semua, aku kebal, oleh rasa sakit bernama luka. Tapi, sakit tak sendiri. Ia bersama senyuman, selalu. Lalu, hadirmu menamparku, adamu membuat kebal itu semakin tulus. Mengintimidasi sakit dengan senyuman yang nyatanya remuk nan rapuh. Aku mencintai kalian, Rafa Maulana Winata. Kamu, dan kesakitan yang baru.
All Rights Reserved
#692
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Sinful (Tamat)
  • Kita Sembuh Bareng?
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • Cinta dan Luka
  • you again ✔
  • Itu Kamu (Complited)
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Paradise

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines