!!Danger!!!

!!Danger!!!

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 14, 2017
WpInfo
Fanfic
BTS
Semua perbuatan ada pembalasan. Seperti apa yang telah diperbuat oleh ayahmu terhadap keluargaku ini hyung. Bahkan semuanya masih tersimpan bagaimana sadisnya ayahmu membunuh ayahku. Jadi berhati - hatilah hyung kalau kau masih menyayangi nyawamu. Menjauhlah dariku.......... . . . . . APAAN NIH????????? . . HAHAHA CERITA GAJE..... BUATAN AUTHOR ABAL -ABAL ... . . . THANKS UDAH MAMPIR...
All Rights Reserved
#176
namjon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • the mafia boss's final mission - Sequel
  • REVENGE (KTH)
  • 𝐓𝐔𝐀𝐍 𝐌𝐔𝐃𝐀 𝐊𝐈𝐌 (𝐄𝐧𝐝)
  • "THE KING"_(ongoing)
  • Sleep With The Devil (JOYKOOK)
  • J!E "story"

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines