BLACK LOSS

BLACK LOSS

  • WpView
    Membaca 194
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadLengkap Min, Jun 12, 2016
Inilah kisah mengenai seseorang bernama Eldeanor di Daratan Ioderans-daratan yang terbagi atas tiga tahta. Eldeanor adalah seorang dari Kaum Illruana-kaum buangan, yang membangun peradaban di bawah tanah, di antara akar-akar Pohon Rumina. Kaum yang terlahir dengan mata berwarna merah, hidup dalam kegelapan dan dendam. Belum cukup bagi dirinya menjadi salah satu diantara kaum yang terbuang, suatu hari Eldeanor pun mendapati warna matanya berubah menjadi hitam. Legenda turun temurun telah menyebut mereka yang bermata hitam ini dengan sebutan Anevielcratus, yang berarti "mereka yang dikutuk". Beruntung ia bertemu dengan Sherry, sesama Anevielcratus yg mengaku bahwa mereka telah berteman sejak kecil. Bersama-sama, mereka akhirnya keluar menuju daratan permukaan dan mendapati bahwa peperangan antar ketiga tahta akan segera kembali berkecamuk, kecuali bangsa mereka dapat memenangkan sebuah turnamen sakral bernama "Bidak Lodux Equeestiar".
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#392
boy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DUNIA ELARION [END]
  • Dunia Dibalik Kabut: Kebangkitan Kegelapan
  • "The Arcane Trials of Rowan"
  • Thirteen Grooms And The 'Secret' Bride [CH]
  • Elara: The Journey Of A Thousand Years
  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Light In The Sky Of Varda
  • Whispers Of The Veiled Dominion 《ON GOING》
  • Elegy
  • The Scrivener's Curse

Dunia yang Lupa Nama Sendiri Pada awalnya, dunia ini bernapas dalam keheningan. Cahaya pertama lahir bukan dari ledakan, tetapi dari sebuah bisikan kecil: "Ada." Tanah Elarion terbentuk dari retakan cahaya, dan dari luka itu, kehidupan merayap keluar, mencari bentuk, mencari suara, mencari nama. Tetapi seperti segala sesuatu yang hidup, Elarion pun lupa. Lupa akan bisikan pertamanya. Lupa akan luka yang menyuburkannya. Dan dunia, yang pernah menyebut namanya dengan bangga, kini hanya berbisik dalam kabut: "Ingatlah..."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan