
Pangkatmu lebih tinggi darinya. kamu alasan mengapa aku mengenakan rompi hijau ini. karena kaulah kiblat hidupku.
Inilah profesiku, profesi yang tak sembarang orang dapat masuk. kusadari betapa hebatnya dirimu. lama ku ingin bersamamu, hingga tuhan mengantarkan jalan untuk bertemu
denganmu. tak kusangka, aku dapat bertugas denganmu di profesi kita yang sama.
Seketika atasan memerintahkan kita mengawal perjalanan Sidoarjo - Jakarta. senyumu terlihat, membuat parasmu lebih indah. karna kutau jakarta memang tempatmu. kita bekerja mengenakan rompi yang sama. bus telah menunggu, lekas ku mengecek semua perlengkapan yang akan di bawa. begitupun dirimu, ku pandangi semangatnya engkau bekerja, mungkin karena jakarta atau karena adanya diriku, supirpun sabar menunggu, hingga semua perlengkapan telah kita pastikan aman, kitapun memulai perjalanan dengan bus VIP.
Supirpun memajukan persenelennya. perjalananpun dimulai. aku merasa nyaman dengan kursi yang empuk. di lengkapi suasana yang dingin dalam bus. perasaanku heran, sejenak ada yang aneh. benar saja, dirimu diam memandangku dengan raut wajah polosmu 2 bangku di belakang supir, mengartikan ingin mengutarakan sesuatu, aku pun menunggu, dan tak satu katapun terucap dari bibirmu yang merah. dirimu terus menatapku di samping supir, 1/4 jam pun berlalu, dengan jalan yang padat, ku sempatkan bertanya pada supir
" berapa lama kita ke jakarta pak..? " supirpun menjawab " hanya sepekan ''. sejenak ku diam berfikir, karena ada amanah lain yang harus ku kerjakan. dan akupun kembali bicara" pak saya turun di sini, saya tidak bisa terlalu lama." supir hanya tersenyum tetap fokus berkendara. tibalah raut wajahmu menatapku berubah bersedih, air mata terlihat kau tahan, akupun merasa bersalah. tibalah di persimpangan GOR dan supir menurunkanku sesuai pintaku. akupun turun dan bus pergi meningggalkanku. ku pulang berjalan menempuh jarak 10 km. ku habiskan berjalan dengan tangisku.
-berdasarkan kisah nyataTodos los derechos reservados1 parte