Mengunci Ingatan

Mengunci Ingatan

  • WpView
    Leituras 844
  • WpVote
    Votos 66
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, dez 16, 2017
[Sembilan tahun lalu...] "Horor amat muka lo pas ngeliat gue," celetuk lelaki itu, yang ternyata sedang menatap matanya. "Kenalin, Baskara Mahendra. Panggil Aska aja." Melihat uluran tangan lelaki itu, mau tak mau Mara menyambutnya dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan olehnya. "Asmara Kasia, panggil aja Mara." [Sembilan menit yang lalu....] "Buat apa sih kita ketemu lagi, Ka?" "Emangnya lo nggak mau ketemu gue?" "Kalo bisa milih dari awal, gue nggak pernah mau ketemu lo. Gue nggak akan ngizinin lo duduk di kursi sebelah gue. Gue... gue...." Gue bakal milih untuk nggak sayang sama lo dari awal, Ka, kalo bisa.... Tapi kalimat itu tak terlisankan oleh Mara. "Kalo gue bisa milih, gue bakal tetep milih untuk tetep sayang sama lo, Mar. Mau berapa kali gue reinkarnasi, I'll always choose to be yours."
Todos os Direitos Reservados
#319
college
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Arsyilazka
  • Everything About Us [Krist Bday Event]
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Loving You
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • HILDAN'S STORY
  • Laskar Jingga
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • Love in Difference

" Aku tidak pernah memikirkan kehidupan percintaanku seperti apa yang akan aku jalani dimasa mendatang. Sebelumnya, aku pernah memiliki kisah cinta jauh sebelum aku mengenalmu. Yah.. kamu selalu membahasnya dan mengungkit wanita-wanita itu. Aku mungkin terlihat seperti pria brengsek yang selalu bermain dengan wanita. Asalkan kamu tahu Call, aku hanya sekali jatuh hati pada seorang wanita dan itu berlangsung tidak begitu lama. Aku mengerti rasanya patah hati karena kecewa. Aku tidak pernah membayangkan jika kamu hadir dalam hidupku. Sejak kamu bersamaku, aku selalu berpikir seperti apa aku dimatamu? Sudahkah aku menjadi satu-satunya orang yang selalu kamu pikirkan? Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta itu seperti sebuah bisikan melodi yang mengetarkan hati terasa indah dan mampu membuatmu bersenandung . Sekarang aku mulai merasakannya. Baiklah, kemungkinan terbesar yang aku alami saat ini adalah bahwa aku sudah diserang oleh harapan untuk benar-benar mendapatimu dalam pelukanku".

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo