We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Edelweiss

Edelweiss

  • WpView
    Reads 199
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 13, 2016
WpInfo
Fanfic
RWBY
Memperjuangkan itu bukanlah hal yang mudah, apalagi memperjuangkan orang yang sama sekali tidak menganggap keberadaanmu penting. Lalu apa yang dilakukan Clarissa, perempun cantik yang mempunyai sejuta rahasia di dalam hidup, untuk memperjuangkan seseorang yang ia cintai? Apakah ia tetap mencintai orang itu atau menyerah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pesawat Kertas
  • Sahabat Jadi CINTA
  • A New Beginning
  • Matematika
  • JANUARGHA
  • Canvas of love
  • Can I Call You Mine?
  • Cewek Culunku (Completed)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Difficult Love

Arjuna Silsen Ghifari, chef muda berbakat di SMA Bima Sakti, menjalani hari-harinya mandiri setelah kehilangan sebagian ingatan. Satu-satunya yang selalu menarik perhatiannya adalah Clarissa Indira Azzahra, ketua OSIS yang dingin, cerdas, dan selalu menjaga jarak. Meski Arjuna mulai menyukai Clarissa dan sering berusaha dekat dengan cara kecil yang tulus, Clarissa membalasnya dengan tatapan dingin dan kata-kata singkat. Suatu hari, saat Arjuna menawarinya buku yang jatuh, ia hanya menatapnya tanpa ekspresi. "Aku bisa ambil sendiri," jawab Clarissa datar, suaranya seperti membatasi jarak antara mereka. Arjuna tersenyum ringan, mencoba tetap hangat. "Kalau begitu, aku akan menunggumu saja, untuk memastikan kamu baik-baik saja." Clarissa memalingkan wajahnya dan melangkah pergi tanpa sepatah kata lagi, meninggalkan Arjuna dengan rasa penasaran dan tekad yang semakin kuat. Namun Arjuna tidak mudah menyerah. Setiap kali mereka bertemu, ia selalu mencari cara untuk mendekat, meski hanya dengan perhatian kecil-menyimpan tasnya ketika Clarissa terlihat lelah, membantu menyiapkan acara OSIS, atau sekadar tersenyum hangat di koridor. Di tengah kesibukan sekolah, perhatian Arjuna dan ketegasan Clarissa menciptakan ketegangan yang mendalam, menyingkap benang masa lalu yang mengikat mereka-sebuah hubungan yang rumit antara rasa suka, dingin, dan kenangan yang belum kembali sepenuhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines