Green Tea Cafè

Green Tea Cafè

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 14, 2016
"There are those who love to get dirty and fix things. They drink coffee at dawn, beer after work. And those who stay clean, just appreciate things. At breakfast they have milk and juice at night. There are those who do both, they drink tea." - Gary Snyder. Cerita ini di tulis oleh dua orang. Yang pertama saya sendiri dan M. Altair A Pasha. And Cover picture from: Pramitha H.
All Rights Reserved
#995
ioi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THREE LITTLE FOXES (END)
  • Boyfriend
  • Decoration of Seven Loves
  • kang nganu-kth
  • 🎻Mon Âme Sœur/END/REVISI🎻
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • (√) Desert Island Survival
  • Deep in Love
  • Hello, "Mr. Perfectly Fine" [ HIATUS ]

Hari itu, ketiga wanita kaya itu memutuskan untuk berbicara jujur kepada Papa tentang kisah percintaan mereka. Pasha, anak sulung yang karismatik, menjadi yang pertama angkat bicara. Dengan tenang, ia mengatakan bahwa ia menyukai karyawan wanita di kantor. Lalu, Alpha yang cuek akhirnya angkat suara, mengakui bahwa ia tak tertarik untuk mencintai siapapun, namun ada wanita yang selalu mengejar cinta nya. Terakhir, Thea, si bungsu yang selalu ceria, mengungkapkan bahwa ia memiliki seorang kekasih yaitu wanita cantik. Semua berhenti sejenak, menunggu reaksi Papa. Mereka tahu, dunia luar tidak selalu menerima kenyataan seperti ini dengan mudah. Mereka khawatir, apakah Papa akan kecewa? Apakah ia akan marah? Namun, Papa hanya menatap mereka dengan mata yang tenang dan senyum tipis di bibirnya. "Anak-anak, cinta adalah hal yang paling berharga yang bisa kita miliki. Siapa pun yang membuat kalian bahagia, selama mereka memperlakukan kalian dengan baik dan penuh kasih, itu sudah cukup untuk Papa. Cinta tidak pernah salah. Yang salah adalah ketika kita menahan perasaan kita, hidup dalam kebohongan, dan tidak menjadi diri sendiri." Kata-kata Papa membuat ketiganya tersentak, namun hati mereka menjadi tenang. Kelegaan terasa memenuhi ruangan. Tidak ada kemarahan, tidak ada kekecewaan. Papa menerima mereka sepenuhnya, dengan cinta dan pemahaman yang mendalam. Bagi Papa, yang terpenting adalah kebahagiaan anak-anaknya, bukan siapa yang mereka cintai. PENUH TYPO, BILA ADA TYPO TOLONG BERI TAU/TANDAI Tambahan dikit cerita ini ada tiga kapal Yaitu : MilkLove, ViewJune dan EarnCiize Sekian terimakasih JANGAN LUPA VOTE BILA SUKA DENGAN CERITA AUTHOR

More details
WpActionLinkContent Guidelines