Story cover for Everything Has Changed  by Ggvine
Everything Has Changed
  • WpView
    Прочтений 8,302
  • WpVote
    Голосов 481
  • WpPart
    Частей 18
  • WpView
    Прочтений 8,302
  • WpVote
    Голосов 481
  • WpPart
    Частей 18
Завершенная история, впервые опубликовано июн. 14, 2016
[Bacalah semua kisah tentangku] Aku melerakan pacarku untuk sahabatku dan melerakan kepergian abangku karena papaku. Sebelumnya semua baik-baik saja, semenjak pertemuanku dengan Dev seolah kehidupanku berbalik.

Dev adalah temanku dulu yang menyebabkan aku koma. Saat kami berjumpa lagi, Dev bersikap seakan biasa saja. Aku terus memendam rasa sakit setiap melihatnya.

Berjalannya seiring waktu semua menjadi jelas. Aku-lah yang menyakiti Dev, aku-lah yang menyebabkan abangku pergi.

Jadi siapa yang patut disalahkan? Ketidaksadaran diriku ataukah takdir?
Все права сохранены
Подпишись, чтобы добавить Everything Has Changed в свою библиотеку и получать обновления
или
#88brokenheart
Требования к контенту
Вам также может понравиться
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat от zei_llyn
18 Части В процессе
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Вам также может понравиться
Slide 1 of 10
A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete) cover
Let Me Love You Longer cover
BERSAMAKU SEBENTAR SAJA[BXB] cover
Misunderstand cover
Dear Heartbeat [COMPLETED] cover
BAKED HEART cover
Disaster In Feelings cover
Jatuh Hati Patah Lagi [ COMPLETED ] cover
Duka Devara cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover

A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)

16 Части Завершенная история Для взрослых

Warning 18+ (cerita ini sebagian di private) Bukan cinta menggebu yang aku punya, Tetapi hanya sebuah rasa yang tulus. Dapat di rasakan tetapi mengharapkan balasan. Aku tidak pernah tau dan tidak bisa memahami apa mau hati. Tetapi percayalah hati tidak pernah salah menentukan pasangan. Aku rela menukar kebahagiaanku dengan kesakitan untuk semua air mata yang kamu keluarkan untukku. Benci aku sepuasmu asallkan aku bisa melihatmu tersenyum meski dari jauh. Saat takdir tuhan menghancurkan semua mimpi. Hanya keikhlasan dan ketulusan yang dapat aku lakukan. Disana aku berusaha dan berjuang untuk melakukan kedua hal itu. Entah ikhlas dan tulus untuk melepaskannya atau ikhlas dan tulus untuk mempertahankannya.