We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Everything Has Changed

Everything Has Changed

  • WpView
    Reads 8,313
  • WpVote
    Votes 481
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
[Bacalah semua kisah tentangku] Aku melerakan pacarku untuk sahabatku dan melerakan kepergian abangku karena papaku. Sebelumnya semua baik-baik saja, semenjak pertemuanku dengan Dev seolah kehidupanku berbalik. Dev adalah temanku dulu yang menyebabkan aku koma. Saat kami berjumpa lagi, Dev bersikap seakan biasa saja. Aku terus memendam rasa sakit setiap melihatnya. Berjalannya seiring waktu semua menjadi jelas. Aku-lah yang menyakiti Dev, aku-lah yang menyebabkan abangku pergi. Jadi siapa yang patut disalahkan? Ketidaksadaran diriku ataukah takdir?
All Rights Reserved
#673
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Hati Patah Lagi [ COMPLETED ]
  • Let Me Love You Longer
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Misunderstand
  • DEVCHA
  • Memorable
  • Memories in Moon
  • Duka Devara
  • Verronica (COMPLETED)
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)

Ragil selalu berkata, "Sampai kapan kau akan sadar, Delina? Dia tidak baik untukmu." Kalimat itu selalu diulang ketika aku mulai melakukan pendekatan dengan seorang pemuda yang aku incar. Aku adalah Delina yang sudah berulang kali jatuh hati dan patah lagi. Miris memang. Tetapi, aku cukup beruntung karena selama itu selalu ada Ragil -sosok sahabat lelakiku satu-satunya, yang tak pernah menyerah dalam mengingatkan seorang Delina si bengal satu ini. *** Di balik ikatan persahabatan kami, tak kusangka setiap menit dan detik yang kuhabiskan bersama Ragil mulai menumbuhkan rasa. Jangan bilang kalau rasa itu diawali dariku yang kerap mengalami patah hati. Tidak. Ragil yang lebih dulu jatuh hati kepada seorang Delina. Namun, tidak semudah itu kami mampu membalas perasaan satu sama lain. Mengungkapkannya saja, kami butuh keberanian dan pertimbangan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines