WE WERE ON THE ROCKS

WE WERE ON THE ROCKS

  • WpView
    LECTURAS 358
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 28, 2016
Cerita tentang seorang Nismara Olivia, wanita yang mati-matian ingin bangkit dari patah hati yang pernah membuatnya sekarat. Kesibukannya dalam bekerja, cukup membantunya untuk membunuh waktu, mengurangi intensitasnya berkabung dalam memori yang belum terhapus sepenuhnya. Seseorang pun lantas datang, dengan cara yang tidak diinginkan, tidak memulainya dengan senyuman. Tapi perlahan, Mara mulai membuka diri. Dan di saat bersamaan, pria yang telah membuat hatinya terserak kembali muncul, menawarkan masa depan yang lebih manis. Mara harus memilih. Pangeran kegelapan yang sudah membuatnya nelangsa namun mencoba memberi penawar; atau pangeran berbaju zirah yang mengulurkan tangan, namun duri memenuhi tangannya yang kokoh itu? Atau mungkin, lebih baik menumpulkan hati dan tidak perlu jatuh cinta lagi? Seandainya hati bisa dikendalikan, mungkin segalanya tidak akan serumit ini bagi Mara.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Narasi patah hati
  • WISHES.
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Biduk Terbelah
  • Meneroka Jiwa 2
  • Bubble Gum
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • MY HOPE IS YOU (END)

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido