Dia Kembali, Tapi Tak Sama

Dia Kembali, Tapi Tak Sama

  • WpView
    Leituras 27
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, mai 31, 2024
Kau tau, Seberapa besar, rasa cinta yang ku berikan ke kamu.. Kau tau, Seberapa besar rasa sayangku kepadamu.. Dan, Kau tau betapa peduli nya ku kepadamu. Mungkin, kau tak mengetahuI itu....iyaa... Namaku Nadila Salsabila. Pagi ini, ku bergegas mengambil sepeda di samping rumah tempat Biasa ku letakkan sepeda.. udara sejuk di pagi hari membuatku semakin bersemangat bergayung Sepeda.. Tanpa henti, tak peduli angin berhembus kemejaku. Tanpa henti, tak peduli udara dingin menerpa tubuhku. Hari pertama kali dimana ku keluar rumah, beraktivitas kembali Setelah hampir 2 minggu lebih...hanya berdiam diri di kamar tanpa Melakukan apapun, Bosan, yaa mungkin bosan.... tapi saat ini aku tidak merasakan nya.. Sekarang, aku telah lepas dari bayang bayang itu semua.. Lebih tepat nya setahun yang lalu.. kamu pergi meninggalkan ku. Kamu menghilang, begitu saja tanpa kabar.. "Ahh, apaan sih ,... Kenapa aku jadi mikirin hal itu lagi" kesal ku. Keramaian yang dulu sempat ku hindari, Bahkan, aku sengaja menyendiri... Saat itu semua orang silih berganti memberi ku semangat. Menyakinkan ku semua akan baik-baik saja. Aku rasa tidak, Semua sudah sirna....
Todos os Direitos Reservados
#11
sepeda
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Senja Yang Tak Kembali
  • You're Here, But Not For Me
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • ℂ𝕠𝕟𝕧𝕖𝕟𝕚𝕖𝕟𝕔𝕖
  • Garis Singgung
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • I Love You
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Eysha Love Story'
  • My Diary

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo