Story cover for THE REASON by wonielomls
THE REASON
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jun 15, 2016
Bagi seorang Keira Crawford -seorang gadis pemimpi- tidak ada yang lebih membahagiakan selain bisa mewujudkan impiannya, yaitu :

1. Lulus dari sekolah secepatnya
2. Masuk ke UWS ( University of the West of Scotland) dan memulai karirnya sebagai seorang penyanyi terkenal
3. Dan yang terakhir memang aneh, tapi dia memiliki keinginan untuk memeluk lumba-lumba.

Dan bagi seorang Keira Crawford tidak ada yang lebih menyedihkan selain kehilangan orang orang yang dia sayang, secara bergantian.
All Rights Reserved
Sign up to add THE REASON to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Luruh di Dua Senja || On-Going || [HIATUS] by Ripaachnn
5 parts Ongoing
"Cinta memang tak selalu tentang memilih yang terbaik, tapi tentang memilih yang paling membuat hati merasa nyaman. Dan... aku masih mencari jawaban itu." [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Reyna Ganthika, gadis kelas 11 yang dikenal mandiri dan sedikit tertutup, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena dua orang cowok yang datang di dua senja berbeda. Mika Rajendra, tetangga barunya yang misterius, hadir dengan tatapan tajam dan sikap acuh tak acuh. Di balik dinginnya, Mika ternyata menyimpan luka masa lalu yang perlahan mulai Reyna pahami. Meski awalnya sering berdebat, ada sesuatu dalam keheningan Mika yang membuat Reyna nyaman. Di sisi lain, Noir Nararya, ketua OSIS yang karismatik dan sempurna di mata banyak orang, justru terang-terangan menunjukkan rasa sukanya pada Reyna. Noir bukan hanya sekadar pintar dan ramah, tetapi juga gigih dalam mengejar hati Reyna, sesuatu yang tak pernah ia lakukan pada gadis lain sebelumnya. Di antara dua sosok yang datang di dua senja berbeda, Reyna dihadapkan pada pilihan menghadapi perasaan yang perlahan tumbuh untuk Mika yang enggan membuka hati, atau menerima ketulusan Noir yang selalu ada untuknya. Saat hati mulai luruh di antara dua senja, Reyna harus menentukan, pada siapa akhirnya ia akan berlabuh. [Disarankan untuk tidak membaca cerita ini di tempat umum. Dikarenakan dapat mengalami gejala baper, salting, senyum-senyum sendiri, menangis dan emosi disatu waktu] Start : Februari 2025 End :
Titik Nadir  by HildaWardani_
49 parts Complete
Deva, cowok dengan segabrek reputasi buruk di kampus. Namanya mengudara seantreo Fakultas Ekonomi sampai Fakultas tetangga. Entah siapa yang mengawalinya, kabar burung semakin berkembang seiring berjalannya waktu. "Selalu pake baju lengan panjang, karena tangannya tatoan. Sering maen cewek, free sex maksudnya. Doyan mabok, alias ngedrunk. Yang lebih parah, ngobat juga, yang pasti bukan minum obat sakit kepala, ngdrugs! Siapa yang jamin dia gak kena HIV? Atau jangan-jangan udah AIDS?" - pergosipan mahasiswa di kampus yang tidak pernah dibantah atau dibenarkan oleh sang objek. Terang saja hal itu semakin membuat cerita-cerita tentang Deva terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tara, salah satu tukang gosip di kampus, berasal dari kalangan genk cewek yang gak tenar-tenar amat, tipikal cewek-cewek yang mau ke toilet aja harus ramean. Karena beberapa alasan, membuat Tara terlibat dengan Deva. Keterlibatannya membuat Tara mengetahui fakta-fakta dari seluruh gosip yang ada. Sialnya, benar semua! Ada juga Tania, si cewek metropolitan yang siangnya kerja di gedung pencakar langit, malamnya dugem sampai pusing. Tania adalah satu-satunya cewek yang bersama Deva dalam kurun waktu yang lama. Lagi-lagi menurut gosip yang mengudara, mereka sih hanya berteman. Teman bobo maksudnya. Namun, ketika sampai pada keadaan... Deva adalah satu-satunya hal yang Tania inginkan ketika Tania tak pernah lagi menginginkan apapun. Tara adalah satu-satunya harapan bagi Deva yang sudah sejak lama kehilangan harapan. Deva adalah permasalahan terbesar bagi Tara yang hidupnya sangat jarang bermasalah.
Feeling Blue by red_beaann
8 parts Ongoing
Di tengah riuh dunia yang terus berjalan, Senandika tumbuh dalam sunyi. Remaja pendiam itu menyimpan luka dari rumahnya sendiri, konflik orang tua yang tak kunjung reda membuatnya terbiasa memendam, menutup rapat perasaannya dari dunia. Ketika ia pindah ke sekolah baru, segalanya tampak akan berjalan sama... hingga ia bertemu Airi Anindya. Anindya, dengan senyum hangat dan keberaniannya yang cerah, perlahan mencairkan dinding beku dalam diri Senandika. Hari-hari sekolah tak lagi sepi, dan untuk pertama kalinya, Senandika merasa dimengerti. Persahabatan mereka tumbuh menjadi ruang aman yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Namun, takdir berkata lain. Tepat ketika Senandika mulai pulih, Anindya pergi untuk selamanya. Kepergian itu mengguncang dunia Senandika, menciptakan luka baru yang lebih dalam dari sebelumnya. Tahun-tahun berlalu. Senandika beranjak dewasa, membawa kenangan Anindya di sudut hatinya yang sunyi. Hingga suatu hari, ia bertemu seseorang dari masa lalunya, bukan Anindya, tapi seseorang yang pernah berdiri di latar belakang cerita mereka. Pertemuan itu perlahan membuka pintu yang sudah lama tertutup, dan Senandika kembali dihadapkan pada pilihan antara tetap tinggal dalam kenangan, atau memberi kesempatan bagi masa depan. "Feeling Blue" adalah kisah tentang kehilangan, penyembuhan, dan harapan. Tentang bagaimana satu pertemuan bisa mengubah segalanya, dan bagaimana cinta selalu menemukan jalan pulang dalam segala bentuknya.
You may also like
Slide 1 of 10
ENIGATA cover
Untuk Oreo dan Kamu [OG] cover
mimpi yang menyatu ( REVISI ) cover
Luruh di Dua Senja || On-Going || [HIATUS] cover
Romantisasi Pendidik (kan) cover
Impian (REVISI) cover
LOSER'S HAPPINESS (END) cover
Titik Nadir  cover
Feeling Blue cover
First LOVE Doesn't Work cover

ENIGATA

42 parts Ongoing

Yoona dan Boora, dua sahabat karib dengan impian setinggi langit: kuliah di Universitas impian Korea Selatan. Yoona yang penuh semangat dan prestasi, namun kondisi ekonomi keluarganya membuat mimpi itu terasa jauh dan sulit ia gapai. Sementara Boora, meski berasal dari keluarga kaya bergelimangan harta, sering meragukan dirinya karena nilai akademiknya yang biasa saja. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Yoona mengajak Boora bekerja paruh waktu untuk membiayai bimbingan belajar ke luar negeri. Akhirnya mereka diterima sebagai petugas kebersihan di rumah sakit besar. Hari-hari mereka diisi dengan lelah, bau obat, dan tatapan meremehkan seusai jam sekolah selesai, tapi semangat mereka tak padam. Mereka percaya bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan akan membawa mereka ke gerbang Universitas Korea Selatan. Akankah Yoona dan Boora mampu bertahan dan mewujudkan impian mereka untuk menginjakkan kaki di bangku kuliah di Korea, ataukah kerasnya realita akan memaksa mereka untuk mengubur mimpi itu dalam-dalam?