Bubble

Bubble

  • WpView
    Reads 677
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Lelaki itu menangis bukan karena hal yang sepele. Pertama, lelaki menangis karena kesedihannya yang mendalam, dan yang Kedua, lelaki menangis karena karena pengkhianatan." "Mencintai itu tidak semudah ketika kamu berkata. Mencintai itu yang dipilih oleh hati, bukan pikiran." Kisah seorang Riyan Candrakanta Wirayudha, dengan kakak kelasnya sendiri, Safitri Fidelia Adonia. Riyan mencintai Adel, sedang Adel hanya sebatas menyayangi Riyan. Hubungan mereka akan diuji ketika Adel pindah ke Bandung karena harus melanjutkan pendidikannya. *** Cerita pertama, masih abal-abal, semoga ada yang baca dan semoga suka Ini cuma ganti deskripsi nya aja, cerita masih sama
All Rights Reserved
#271
ceritapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Not) A Dream School (On Going)
  • HALOALKANA
  • The Mistake of My Life
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Still You [END]
  • Possesive Playboy
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • DRABIA [END]
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)

Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines