Story cover for I Hate BrokenHome! by StoryDewi_
I Hate BrokenHome!
  • WpView
    Reads 6,030
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 6,030
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jun 15, 2016
Kapan aku punya keluarga yang bahagia?? kapan aku mempunyai ayah yang menjadi imam saat menunaikan shalat bersama?? Kapan aku tidak melihat mama yang selalu menangis setiap malamnya?? Kapan aku merasakan apa yang namanya keluarga?? Kapan aku merasakan itu?? 
Kapan??

Yang dapat dilakukan seorang 'Alisha Anzani' hanya menangis,menangis, dan mengadu kepada sang pencipta.

Happy Reading;)
--------------------------------------------

CopyRight©2017

Sorry for typo!!
All Rights Reserved
Sign up to add I Hate BrokenHome! to your library and receive updates
or
#119alisha
Content Guidelines
You may also like
Bertumpu by tintanadaJE
11 parts Ongoing
Diterjang ombak, keluarga ini terpisah. Ingatan hilang, luka menganga. Di tengah perjuangan menemukan kepingan masa lalu, mampukah cinta keluarga menjadi pengikat yang membawa mereka pulang? "𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪" "𝘐𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘶𝘢𝘵, 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘴𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨," -"𝘋𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯?" -𝘉𝘦𝘳𝘵𝘶𝘮𝘱𝘶 . . . . ⚠️ JANGAN COPY CERITA SAYA! JIKA ADA KESALAHAN MOHON DI MAAFKAN SAYA MASIH PENULIS PEMULA [ AYO VOTE DAN KOMEN BIAR AUTHOR SEMANGAT LANJUTIN PARTNYA] ikuti cerita ini ⚠️ [ BUKAN B × B ] FAMILYSHIP & BROTHERSHIP Aku nulis cerita ini dengan ide ku sendiri, alurku sendiri, dan imajinasiku, TANPA copy dari cerita lain. Jika ada kesamaan itu disebabkan karena ketidaksengajaan Penasaran kan? Apalagi konfliknya bikin seru Ayo ikuti sampe end! © Cover Canva © Cover image from jsmrle © Picture Pinterest
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 10
RAPUH! cover
Bertumpu cover
BROKEN HOME cover
Gadis Kecil Ayah [SUDAH TERBIT] cover
Impossible (Segera Tetrbit) cover
Penyangkalan (Complete) cover
Living Conditions BROKEN HOME cover
Eliinaa cover
Aleysha Please Don't Go! cover
ALISYA cover

RAPUH!

67 parts Complete

"Kaca yang telah retak memang tak bisa disatukan kembali. Sekalipun bisa, wujudnya tak 'kan seutuh dulu. Mudah rapuh, seperti kata maaf pada sebuah penyesalan." Setelah kepergian Papanya, sahabatnya, serta luka yang tak kunjung sembuh, lantas kerapuhan apalagi yang akan Allena rasakan? Saudari kembar, katanya. Padahal nyatanya, kedua gadis tersebut sangat bertolak belakang tentang bahagia yang mereka cari. Sosok pembuat bahagia itu datang. Tanpa ia sadari, sosok tersebut adalah kerapuhan Allena yang sebenarnya. ••• S E L A M A T M E N A N G I S ❗