Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Alea
  • WpView
    Reads 35,942
  • WpVote
    Votes 1,253
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 10, 2016
Dentuman musik terdengar jelas mengisi gedung ini. Semua orang hanyut dengan dunia malam yang jarang sekali kumasuki. Kali ini biarkan aku menikmati hari. Melupakan semua masalah. Membiarkan diriku hanyut dengan kerasnya alkohol. Kakiku dengan entengnya berjalan menuju dance floor. Mengerakkan tubuhku sesuka hati, mengikuti irama musik yang ada. Kali ini aku benar-benar hanyut. Tiba-tiba sebuah lengan melingkari pinggangku. Menghapus jarak tubuh di antara dirinya dan diriku. Kesadaranku pun muncul walau pun belum sepenuhnya. Tangan mungil ini bergerak mendorong dada bidang pria di depanku. "Kumohon lepaskan. Apa yang kau lakukan?" Ucapku sambil tetap mendorongnya Kepalanya mendekat. Bisa kurasakan deru nafasnya menerpa wajahku. "Kali ini ikuti permainanku" kalimat terakhir yang kudengar sebelum bibirnya menyentuh bibirku. Mataku terbelalak dengan tingkahnya sampai sepasang mata menatapku. Tanpa pikir panjang tanganku sudah berada di tengkuknya dan memperdalam ciuman kami.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Unexpected Stranger
  • Mamahku Guruku
  • Miss You Love
  • A Little Foolishness (END) - PINDAH KE KUBACA
  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • Mr. & Mrs Albrecht
  • Regards, Natashira (END)
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]

[COMPLETED] Kematian bukan lagi perihal yang ditakutkan bagi Alexa. Justru dirinya takut untuk menjalani kehidupan. Sangat melelahkan ketika bercermin dan melihat sosok menyedihkan di pantulannya. Kaki penuh luka milik Alexa perlahan terangkat. Berniat menendang sandaran kursi yang dipijaknya. Berharap kursi itu jatuh sehingga tak ada lagi tempatnya berpijak dan hanya tersisa tenggorokan sebagai satu-satunya tumpuan yang menahan berat tubuhnya. Alexa menatap lantai dengan tatapan kosong. Meskipun air mata mengalir di pipinya yang lebam. Jari-jari Alexa mencengkeram tali yang sudah melingkar di lehernya. Rasanya baru sedetik yang lalu dia merasakan hantaman dari Ibunya dan agaknya luka di telapak tangannya kembali terbuka. Ah, kenapa sekarang terasa perih? Kenapa baru sekarang? Alexa menggerakkan satu kakinya dan menendang kursi tersebut. Tubuhnya tersentak mengikuti gravitasi. Lilitan tali yang melingkar di lehernya membuatnya tercekik. Alexa merasakan sakit yang sungguh hebat. Napasnya tertahan dan matanya memerah. Air mata kembali menetes dari matanya. Kakinya meronta dan tangannya meremas tali itu. Sampai luka yang tadinya terasa perih karena bergesekan dengan tali tersebut kini tidak lagi terasa di jari-jari dan telapak tangan miliknya. 'Tuhan, apa kau membuatku merasakan sakit untuk terakhir kalinya? Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit. Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Jadi tolong hilangkan rasa sakitku setelah ini. Sungguh, ini sakit sekali.' The Unexpected Stranger ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines