Alea
  • WpView
    Reads 35,955
  • WpVote
    Votes 1,253
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 10, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Dentuman musik terdengar jelas mengisi gedung ini. Semua orang hanyut dengan dunia malam yang jarang sekali kumasuki. Kali ini biarkan aku menikmati hari. Melupakan semua masalah. Membiarkan diriku hanyut dengan kerasnya alkohol. Kakiku dengan entengnya berjalan menuju dance floor. Mengerakkan tubuhku sesuka hati, mengikuti irama musik yang ada. Kali ini aku benar-benar hanyut. Tiba-tiba sebuah lengan melingkari pinggangku. Menghapus jarak tubuh di antara dirinya dan diriku. Kesadaranku pun muncul walau pun belum sepenuhnya. Tangan mungil ini bergerak mendorong dada bidang pria di depanku. "Kumohon lepaskan. Apa yang kau lakukan?" Ucapku sambil tetap mendorongnya Kepalanya mendekat. Bisa kurasakan deru nafasnya menerpa wajahku. "Kali ini ikuti permainanku" kalimat terakhir yang kudengar sebelum bibirnya menyentuh bibirku. Mataku terbelalak dengan tingkahnya sampai sepasang mata menatapku. Tanpa pikir panjang tanganku sudah berada di tengkuknya dan memperdalam ciuman kami.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Summer Love
  • Regards, Natashira (END)
  • Married For Stimulate
  • Book Of Romance
  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • Adored You
  • Girl In White Lingerie (COMPLETED)
  • BronSAn

Aku pergi bersama Liam ke danau dekat rumah. Kami berdua duduk di tepi danau tersebut. Aku hanya diam kemudian Liam mulai membuka pembicaraan. “Bila kau mencitai pria lain, apa yang akan kau lakukan ?” tanya Liam yang membuatku berhenti melamun “Apa maksudmu ?” tanyaku kebingungan “Bila aku mencintai wanita lain, kau akan marah padaku ?” tanya Liam sekali lagi “Aku tidak tahu. Apa aku harus marah ? lebih baik meninggalkan daripada menunggu” jawabku tegas “Jadi, kau memilih meninggalkan orang yang kau cintai atau orang yang kau sakiti ?” Tanya Liam yang tambah membuatku bingung “Liam apa maksudmu ? aku bingung dengan pertanyaanmu !” jawabku dengan suara tinggi “Marsha, i know ! you love him. I can see that from your eyes. Aku tak mau melihatmu terpaksa mencintaiku” jawab Liam dengan tatapan serius “Masudmu pria itu Zayn ?” tanyaku Liam hanya mengangguk “Liam, please dengarkan aku. Aku tak mau menyakitimu, tapi Zayn memintaku untuk pergi bersamanya besok. Besok hari terakhir dia disini. Biarkan aku pergi bersamanya besok untuk yang terakhir kalinya” kataku yang mulai mengeluarkan air mata. “Itu berarti kau mau meninngalkan orang yang kau sakiti sepertiku. Marsha aku tak memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku tak mau melihatmu berpacaran denganku dengan terpaksa” Aku hanya diam membeku. Aku hanya menatap Liam dengan muka yang penuh air mata. Kemudian tak lama Liam beranjak bangun dan mencoba berjalan pergi. Aku menahan tangannya. “Liam, kau masih mau menerimaku untuk menjadi pacarmu ?” tanyaku mencoba “Iya, bila kau sepenuhnya mencintaiku dan melupakan Zayn.aku akan menunggu” jawabnya Aku melepas genggamanku dan membiarkan Liam pergi. Aku tak tahu harus bagaimana, mukaku sudah dibanjiri air mata. Aku tak mau menyakiti Liam, tapi di lain sisi aku mencintai Zayn. Let's read :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines