Menata Puing Hati

Menata Puing Hati

  • WpView
    Reads 439
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 9, 2018
Aku sudah tidak dapat berseteru lagi dengan hatiku. Beberapa di antaranya tak lagi dapat kutata dengan baik. Terlepas setelah kamu menghancurkannya, aku membiarkan hatiku begitu saja. Rapuh, hancur, luruh, menjadi puing-puing lusuh, nyaris tak berupa lagi hatiku. Aku tak peduli dengan siapa saja yang mencoba menatanya. Tak ada yang dapat menata hatiku sebaik kamu menghancurkannya menjadi puing-puing. Maka apabila tak ada yang mampu, aku selalu menunggumu menata puing hatiku menjadi sebuah hati yang baru. Tak usah repot-repot dan tak boleh tergesa-gesa. Aku selalu menyimpan semuanya. Semua kenangan itu dengan baik. Tersimpan rapi di balik hatiku yang dulu. Kumohon, kembalilah! Aku ingin kamu menata puing hati. Milikku.
All Rights Reserved
#90
time
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOSE YOU (COMPLETED)
  • Another Me
  • Please choose me
  • You And I
  • -YOU-
  • Always Loving You
  • Cahaya Dirimu
  • Lost In Love
  • Qiana
  • Love and confidential

SHORT STORY [21+] Sakit hati. Mungkin terdengar klise. tapi karena sakit hati. aku memiliki dendam untuk menghancurkan mereka. Niera Queena. Karena kebodohan yang aku perbuat Aku menyakitimu. tapi cintaku tidak pernah bergeser sedikitpun untuk mu. Balas lah luka mu . jika itu dapat mengobati rasa sakitnya. Wawan hermawan. aku hanya jadi penghalang hubungan mereka yang sudah aku paksakan kebenaran nya. hingga akhirnya . aku sendiri yang merasa paling hina di antara mereka berdua. Bunga lauchia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines