Story cover for Menata Puing Hati by reykhaniputri
Menata Puing Hati
  • WpView
    Reads 438
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 438
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Jun 16, 2016
Aku sudah tidak dapat berseteru lagi dengan hatiku. Beberapa di antaranya tak lagi dapat kutata dengan baik. Terlepas setelah kamu menghancurkannya, aku membiarkan hatiku begitu saja. Rapuh, hancur, luruh, menjadi puing-puing lusuh, nyaris tak berupa lagi hatiku. 

Aku tak peduli dengan siapa saja yang mencoba menatanya. Tak ada yang dapat menata hatiku sebaik kamu menghancurkannya menjadi puing-puing. Maka apabila tak ada yang mampu, aku selalu menunggumu menata puing hatiku menjadi sebuah hati yang baru.

Tak usah repot-repot dan tak boleh tergesa-gesa. Aku selalu menyimpan semuanya. Semua kenangan itu dengan baik. Tersimpan rapi di balik hatiku yang dulu.

Kumohon, kembalilah! Aku ingin kamu menata puing hati. Milikku.
All Rights Reserved
Sign up to add Menata Puing Hati to your library and receive updates
or
#557time
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Ketika Tulisan bercerita? cover
Love and confidential cover
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover
love is you cover
Lost In Love cover
Tentang Rasa (TAMAT) cover
Qiana cover
Cinta 3 Detik❤ (Complete) cover
Another Me cover
Heart Waiting For You cover

Ketika Tulisan bercerita?

4 parts Complete

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.