We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Monolog

Monolog

  • WpView
    Reads 36,664
  • WpVote
    Votes 538
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 7, 2023
WpInfo
Poetry
Teater kehidupan telah dimulai, dengan pelakon tunggal dan dialog bisu. Rencana berjalan, takdir melantai, di antara hati yang patah dan bujukan palsu. Maukah engkau menjadi pendengarku? Memahami potongan sketsa peran, menghakimi kenangan dan waktu yang berlari, tertulis serta terangkum dalam monolog, berputar dalam rotasi kemalangan dan undian kehidupan. -heyitsyess [2016] Beberapa bagian dalam kumpulan puisi ini telah diterbitkan dalam buku Kumpulan Puisi & Prosa berjudul Dialog. Bisa diorder via link yang tertera di profil. Dilarang keras mengutip dan menjiplak sajak yang dipublish di sini tanpa sepengetahuan dan izin penulis. Trims. ft. my drawing. ⓒheyitsyess. 2016. All rights reserved.
All Rights Reserved
#640
syair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • ALZEA
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • The Disappearance of Butterfly
  • SEIKHA SAHL (Psycological Romance Thriller)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Aku Bukan Vellyne [END]
  • Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
  • Memori (End)

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines