SENJA
  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 19, 2016
Semuanya berubah dan berbeda drastis. Itulah yang dirasakan Putri Arum Senjani saat dirinya menginjak tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Mulai dengan hidup mandiri, dan tanpa kehidupan yang glamor. Merupakan salah satu cara untuk melatih mental Senjani, dalam menghadapi hidup yang sesungguhnya. Dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi, Senjani sudah mempersiapkan semuanya, termasuk mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi kehidupan mandiri. Namun bagaimana, disaat Senjani mulai merasakan kehidupan yang telah ia dambakan sejak dulu, namun rasanya sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia impikan. Semua berawal saat Senjani bertemu dengan Angkarsa. Salah satu senior di sekolahnya, yang membuat Senjani mulai khawatir. "Minggir! Jangan ngalangin jalan gue!" Senjani segera menyentak angkrsa yang mengalangi jalannya. Namun Angkarsa membalasnya dengan membentaknya. "Sopan dikit bisa? Gue disini senior lo!" Dan segara Senjani meninggalkan Angkarsa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • ArKa (End)
  • ALSENJA
  • DIKANESHA
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • tentang sebuah rasa
  • Rani _ Takdir kehidupan
  • Masa Remaja si Penikmat Senja
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines