Loving
  • WpView
    LECTURES 2,463
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., sept. 20, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Jika ada yang bilang "Persahabatan antara laki laki dan perempuan tidak akan pernah berhasil, pasti ada cinta diantara mereka" itu benar. Dan itu dirasakan Shania. Shania menyukai sahabatnya. Lebih dari perasaan seorang sahabat yang semestinya. Perasaan itu datang tanpa bisa dicegah. Semakin hari perasaan itu semakin besar. Selama lebih dari 4 tahun Shania memendam rasa cintanya. Hingga di kelas 2 SMA laki laki itu jatuh cinta pada perempuan lain yang Shania kenal, dan cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan. Kenyataan itu mengiris hati Shania, membuat hatinya jatuh dan hancur berkeping keping. Lalu bagaimana saat tiba tiba ada seseorang yang datang dan menawarkan diri untuk mengobati rasa sakit dihatinya? Dia tampan baik dan punya segalanya. Tapi hati memang tidak bisa di paksa.Sekuat apapun Shania berusaha membuka hatinya, semakin membuatnya sadar sosok Rio tak bisa digantikan. Sampai tiba saatnya Shania harus memilih. Dia yang selalu ada dihatinya. Atau dia yang datang dengan berjuta harapan. Tidak ada yang tahu, bahkan Shania pun tidak pernah tahu. Sampai saat itu tiba. Dan Shania harus membuat keputusan untuk menentukan jalan hidupnya.
Tous Droits Réservés
#196
piano
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Kanaya's Own Story [END]
  • Different Taste (COMPLETED IN DREAME)
  • Terjebak Mantan Belagu! ✔ (TAMAT)
  • Om, Ayo Nikah!
  • Now or Never ✔
  • Un Crush! [TERBIT]
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • Bahagia & Luka (END)
  • Resonansi

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu