Hope, For Whom?

Hope, For Whom?

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 19, 2017
Saat itu yang bisa kulakukan hanya terdiam dan pasrah. Aku tidak pernah melihat ayah seperti itu, biasanya jika aku melakukan kesalahan ayah tak pernah marah dan saat aku bertengkar dengan kakak, ayah juga tidak pernah marah. Dan aku pun mengikuti permintaan ayah untuk terus belajar, sampai pada acara ulang tahun sekolah. Pada saat itulah aku mulai mengubah takdirku. Judul and sinopsisnya saya ubah karna dari awal nulisnya, saya kebingungan harus menulis seperti apa. Maklum karna baru pertama kali nulis. Dan mungkin genre-nya akan saya tambah. Kritik dan saran sangat diperlukan, agar saya bisa mengoreksi letak kekurangan dari cerita saya maupun apa yang perlu ditambahkan dalam cerita. Untuk vote, di vote atau tidak saya akan tetap mengucapkan terima kasih karna sudah mau meluangkan waktunya membaca cerita saya yang kurang bermutu. Hee ^.^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • I Want U! (Tamat)
  • GOALS (END)
  • ALVIN (On Going)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Self Injury's(complete)✔
  • Bisnis Jalan Perasaan Nyasar [BL]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Love Is.....
  • Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines