Mungkin Suatu Hari

Mungkin Suatu Hari

  • WpView
    Reads 20,541
  • WpVote
    Votes 1,017
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 3, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Mengerikan, ya? Aku jatuh hati pada lelaki milik seorang wanita yang secara rutin memberi pemasukan pada laci kasirku. Aku tahu itu. Tapi mau bagaimana lagi, perasaan suka bukan seperti tombol on off televisi yang bisa ditekan sesuka hati saat kita menginginkannya. Itulah yang membuat aku hanya bisa memandang pria itu dari jauh. Menjadi pengagum rahasianya. **
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Marrying the Mafia
  • Promise me and secret
  • Jane [OPEN PO]
  • Mr. TAMPAN [END]
  • Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu
  • Marriage With Mr. Actor (The End)

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines