Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Princess Hello

Princess Hello

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 21, 2016
"Aku harus segera menemui Ian!" Hello sambil mengusap air matanya. Bagaimana bisa Ayahnya lebih mempercayai orang yang baru dikenalnya dibanding dia, putrinya sendiri Hello terus menacu kudanya, menerobos semak yang menghalangi, tak peduli ranting pohon yang menggores membuat kulit mulusnya terluka bahkan berdarah. Di pikirannya hanya Ia harus menemui Ian Lalu Hello tiba di pintu taman belakang rumah Ian. Ia lalu mengikat kudanya di salah satu pohon dan segera masuk. Tapi ... apa yang Hello lihat ... "Hah ?!" Hello tercekat. Nafasnya tertahan "Apa a...pa an ini ..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lightshadow
  • SCREAM
  • The MAN in Jail
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • Titik Temu | TAMAT ✔️
  • Switch Over
  • Reincarnation - Lord is Extremely Hardcore   (END)

{PLAGIAT DILARANG MENDEKAT} Cerita ini murni hasil dari pemikiran dan ide author. Warning typo bertebaran!! . . . Di kekaisaran Melatonandia, ada sebuah legenda tentang Hutan Kabut dimana terdapat sebuah pohon besar yang tumbuh subur didalamnya. Konon siapa saja yang berhasil menemukan pohon tersebut maka seluruh keinginannya akan terkabul, dan jika tidak mereka tidak akan bisa kembali. "Pohon apa yang dimaksud itu?" "Tidak ada yang mengetahuinya." "Mengapa? Bukankah seharusnya ada seseorang yang berhasil keluar dari sana?" "Hanya satu orang yang berhasil lolos dari tempat tersebut, Yang mulia kaisar. Tetapi beliau menolak untuk mengatakan apapun yang berkaitan dengan hutan tersebut." Sienna Blair yang merasa putus asa mulai berharap dengan keajaiban yang akan datang padanya. Namun bukannya menunggu, dia dengan berani mulai pergi ke tempat terkutuk itu untuk meminta sebuah permohonan. "Semuanya keliru, tidak ada yang salah dengan hutan ini!" "Padahal baru kemarin kau memohon dengan sungguh-sungguh padaku." "Aku tidak sudi meminta pertolongan pada iblis terkutuk sepertimu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines