A love story between a god and a mortal always end with tragedy
Keduanya sama-sama tidak tahu, apa takdir mereka memang sudah ditentukan sejak awal. Ataukah memang karena perjuangan yang selama ini telah dilakukan oleh Serena.
Atau karena kecerobohan Leanna yang justru mengikuti takdir itu, meski sudah diperingatkan berkali-kali akan bahayanya.
Atau bahkan mungkin karena Victor akhirnya bertemu dengan seseorang yang seharusnya tak pernah ia temui.
Tak mungkin ada sinar tanpa kegelapan. Kebahagiaan tidak mungkin berdiri seorang diri, tanpa kesedihan yang bersembunyi di belakangnya, menunggu untuk muncul ke permukaan.
Tidak ada cara lain untuk menghentikan cinta yang ditakdirkan, kecuali menghindarinya. Jika keduanya bertemu, mungkin itu sudah tidak bisa dihindari. Tapi, salah satu tetap harus memilih takdirnya. Meski sudah ditakdirkan seperti itu, jika salah satu memilih jalan yang lain, maka nasib keduanya juga bisa berubah.
Namun kemudian, muncul pertanyaan klise yang benar-benar membutuhkan sebuah jawaban, "Jika aku harus menghindarinya, mengapa cinta itu ditakdirkan untukku?"
Ini bukan hanya kisah tentang cinta.
Ini adalah kisah tentang tiga hati yang terperangkap dalam takdir yang tak bisa mereka pilih.
Seorang wanita yang berdiri di altar dengan senyum yang dipaksakan, menikahi pria yang bahkan tak pernah menatapnya dengan kasih sayang. Seorang pria yang menggenggam pedangnya lebih erat dari tangan istrinya sendiri, mencintai seseorang yang tak bisa ia miliki. Dan seorang wanita yang menunggu di tempat yang jauh, menyadari bahwa hatinya telah diberikan kepada pria yang kini menjadi milik orang lain.
Mereka bertiga terhubung oleh satu hal yang sama-pengorbanan.
Tak ada pahlawan atau penjahat dalam kisah ini. Hanya tiga orang yang terjebak dalam permainan kekuasaan, kehormatan, dan cinta yang tak pernah bisa mereka genggam sepenuhnya.
Ini adalah kisah mereka.
Kisah yang akan terungkap dari tiga sudut pandang, tiga hati yang berjuang di antara takdir dan keinginan mereka sendiri.