the jaeger

the jaeger

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 18, 2016
"menurutmu ia telah pergi ke tempat yang lebih baik?" kata ren sambil menyalakan rokoknya. "maksudmu ia mati?" "maksudku ke tempat dimana segalanya lebih bebas." aku menghisap rokok kemudian menghembuskan produk output berupa asap tipis di depan wajahku. "ia tidak terlihat ingin sebebas ITU." "yeah, yeah," jawab ren, "ia punya segalanya di sini; kenapa perlu pergi?" "kau tidak mengerti. kita berdua tidak mengerti," aku merubah posisi duduk dan menghisap sekali. "ia bandel dan tidak bisa dikontrol dan segalanya," aku terdiam sejenak. "tapi ia tidak pernah sekalipun melepas kerudungnya." kemudian aku dan dia terdiam lagi seperti selama ini, dan aku terus menghisap untuk yang kesekian kalinya. sekali lagi. dua kali lagi. ren melakukan hal yang sama; dan selama itu kami mencari jawaban yang tidak akan kami berhasil temukan tentang kepergian sang jaeger. mungkin itu akan jadi kali terakhir kami melakukannya bersama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maybe It's You(?)
  • Perihal Sandwich(End)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Don't Talk About Money
  • SATU TUBUH BERIBU BENTUK
  • Adri or Riana End'
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Sudah hampir dua tahun lamanya ini aku menyimpan semuanya tentangmu. Semua tentang perasaan ini dan semua hal yang aku rasakan selama ini kepadamu. Bahkan aku masih menyimpannya dengan sangat rapi. Walau sebenarnya sudah dari dulu aku ingin sekali mengungkapkan semua perasaan ini dan mengakhiri semuanya, namun sampai detik ini rasanya lidahku masih sangat kaku untuk mengungapkan semuanya. Dan hari ini, mungkin mulai hari ini seterusnya aku tak akan bisa lagi memandangmu dari kejauhan dan mengagumimu lagi dari kejauhan sejauh mata ini memandangmu. Jujur saja, aku tak ingin semua itu terjadi begitu saja. Dan aku juga tak ingin kisah ini berakhir hanya sampai saat ini saja setelah aku mempunyai rasa nyaman kepadamu. Yang aku inginkan, kisah ini terus berlanjut sampai kita mengetahui diri kita satu sama lain. Namun aku kembali sadar, kalau kamu tak akan bisa menjadi seperti apa yang selalu aku harapkan dan aku inginkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines