We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
the jaeger

the jaeger

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 18, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"menurutmu ia telah pergi ke tempat yang lebih baik?" kata ren sambil menyalakan rokoknya. "maksudmu ia mati?" "maksudku ke tempat dimana segalanya lebih bebas." aku menghisap rokok kemudian menghembuskan produk output berupa asap tipis di depan wajahku. "ia tidak terlihat ingin sebebas ITU." "yeah, yeah," jawab ren, "ia punya segalanya di sini; kenapa perlu pergi?" "kau tidak mengerti. kita berdua tidak mengerti," aku merubah posisi duduk dan menghisap sekali. "ia bandel dan tidak bisa dikontrol dan segalanya," aku terdiam sejenak. "tapi ia tidak pernah sekalipun melepas kerudungnya." kemudian aku dan dia terdiam lagi seperti selama ini, dan aku terus menghisap untuk yang kesekian kalinya. sekali lagi. dua kali lagi. ren melakukan hal yang sama; dan selama itu kami mencari jawaban yang tidak akan kami berhasil temukan tentang kepergian sang jaeger. mungkin itu akan jadi kali terakhir kami melakukannya bersama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Maaf Dira
  • someone like you
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Perihal Sandwich(End)
  • I NEED LOVE!!

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines