Puisi Untuk Dirga
Shanom merasa hidupnya sempurna, dia memiliki orang tua yang menjadikannya putri di kerajaan mereka, ada sahabat- sahabat gila namun selalu melengkapi harinya dengan tawa dan jangan lupakan setiap bagian dari dunia yang begitu dia kagumi.
Gadis itu menganggap kebahagiaan senantiasa memeluknya, dia hanya perlu berpikir positif dan tertawa. Puncaknya adalah pertemuan dengan lelaki berkaca mata dengan setelan jas ketika hujan sedang bertamu. Lelaki pertama yang membuat Shanom merasakan banyak hal baru, lelaki pertama yang dia bayangkan menjadi teman hidupnya, dan lelaki itu yang memberinya seperangkat alat sholat dengan penegasan sah.
Tapi alam menamparnya begitu keras, seolah selama ini seluruh tawa yang ia beri adalah mimpi sesaat saja. Dan akhirnya Shanom terbangun dan melihat dunia nyata. Begitu menakutkan sampai dia pergi dan terlalu pengecut untuk kembali melabuhkan kapalnya di arus yang dulu dia nikmati.
Sampai seseorang kembali hadir, begitu tidak sopan masuk tanpa mengetuk di pengasinannya. Shanom mengelak, berusaha mempertahankan tameng terakhir yang dia punya. Tapi orang itu berbeda, dia tidak menghancurkan pertahanan Shanom namun entah memulai darimana sampai dia berdiri bersama gadis itu. Membantunya mengembalikan tawa yang hilang, dia Dirga.