Nothin' Without You

Nothin' Without You

  • WpView
    Reads 872
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing1h 34m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika Ferry mencoba untuk mendapatkan kebahagiannya di rumah dengan berbagai cobaan dan rintangan, Bramantio sang Papah justru tidak menginginkan itu semua dan lebih mementingkan anak sulungnya Lheynel, meskipun Lheynel sendiri pun ingin memberikan kebahagiaan untuk adik yang ia sayangi itu. Hingga suatu hari, orang yang benar-benar Ferry sayangi pun ingin diambilnya juga. Bagaimana perasaan Ferry setelah tau kejadian itu? Mengapa Bramantio ingin sekali merenggut semua kebahagian Ferry? Jangan lupa di baca terus ya ceritanya.. semoga kalian semua terhibur.. jangan lupa juga, komentar dan vote kalian aku tunggu ya.. hehehe Terima kasih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Gemintang
  • Langit Kita Bersama
  • Tacenda: Kita Kembar? | Sudah Dibukukan
  • TAKDIR DUA RAHSIA [OG]
  • The Apple of My Eye [COMPLETE]
  • Rayza
  • The Same Heartbeat
  • MAGICAL LOVE

🥀 Zaya dan Fharis tumbuh bersama sejak kecil. Mereka selalu berangkat ke sekolah bareng, pulang bareng, ketawa bareng, dan saling tahu segalanya. Namun semuanya berubah sejak satu hari, hari saat Zaya akhirnya berani jujur tentang perasaannya... hari dimana Zaya blak-blakan bilang, "Aku suka kamu." Dan sejak saat itu juga, dunia mereka mendadak hening. Beberapa tahun kemudian, semesta mempertemukan mereka lagi lewat tugas sekolah yang memaksa mereka duduk berdua. Canggung, kikuk, tapi masih ada tawa yang sama. Di tengah hujan, lampu padam, dan tumpukan kertas sejarah, keduanya perlahan menemukan satu hal bahwa beberapa hubungan tidak perlu diulang untuk bisa terasa hangat lagi, bersamaan dengan kenangan yang ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk "kembali seperti dulu" dan Zaya pikir mereka akan selamanya asing. Tapi ternyata, beberapa cerita cukup berhenti di satu titik titik di mana akhirnya dia bisa senyum dan bilang- "halo lagi." 🌧️ Semua terasa sangat luucu, hangat, dan sedikit menyakitkan, Sampai di titik, "hallo" lagi adalah kisah tentang dua sahabat yang belajar bahwa tidak semua kehilangan harus diakhiri dengan selamat tinggal, kadang juga cukup dengan sapaan kecil yang tertunda. 𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟 ──── ୨୧ ──── zy

More details
WpActionLinkContent Guidelines