My Ordinary School Life

My Ordinary School Life

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 5, 2016
Enomoto Tatsuya hanyalah seorang murid SMA biasa. Yang ia lakukan setiap harinya hanyalah tidur, makan, belajar, sekolah, dan berbagai kegiatan biasa lainnya. Hanya itu. Tak ada yang istimewa dari kehidupannya, terutama kehidupan sekolahnya. Ia hanyalah seorang penyendiri yang tidak memiliki teman. Lalu, di hari pertamanya kelas 2 SMA, ia bertemu dengan seorang gadis bernama Morita Ayano yang membuat hari-hari biasanya menjadi berubah dengan membawanya ke klub OSIS Story created by: @EndouSeira Genre: School, Slice of Life Warning: Typo, gaje, EYD tidak tepat
All Rights Reserved
#45
club
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] High School of Mystery: Russet Case
  • Empty [Akutagawa Ryunosuke X Higuchi Ichiyou]
  • Gen Z Dorms: Drama, Love, and Secrets
  • Blue Lock Academy
  • 𝐀𝐓𝐀𝐑𝐀𝐗𝐈𝐀  ིྀ•٭ 𝑏𝑙𝑢𝑒 𝑙𝑜𝑐𝑘 𝑋 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟
  • Because I Like You
  • 𝐄𝐜𝐜𝐞𝐝𝐞𝐧𝐭𝐞𝐬𝐢𝐚𝐬𝐭 : 𝐈𝐭𝐨𝐬𝐡𝐢 𝐁𝐫𝐨𝐭𝐡𝐞𝐫𝐬 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • rengkainasi kemasa lalu
  • WHEN SPRING COMES AGAIN ( END )
  • 𝗖𝗔𝗧 𝗔𝗡𝗗 𝗞𝗜𝗦𝗦 || 𝐈𝐭𝐨𝐬𝐡𝐢 𝐑𝐢𝐧

[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines