We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Biarkan Takdir Bermain Di Atas Kita

Biarkan Takdir Bermain Di Atas Kita

  • WpView
    Reads 209
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 21, 2017
WpInfo
Poetry
Sebelum aku memandang ke arah matanya yang tak lagi bersinar kala melihatku, aku mundur dulu, mengunci rapat-rapat bagian terdalam dari tubuhku yang bahkan dokter bedah sekalipun takkan bisa menemukannya. Ragaku juga seakan menolak untuk dekat-dekat dengannya, bahkan lidahku tak lagi gugup mengucap namanya. Mengingatnya bukanlah hal yang buat sesak lagi, kenangan dan memori tidak lagi sesuatu yang membikin jantung berdegup kencang dan darah terasa mengalir semakin cepat. Hujan dan langit bukan lagi kawan bersedih, atau aroma tanah basah yang selalu aku suka tidak lagi membuat aku sedih merindunya juga. Tapi takdir bermain di atas kita. Selalu ada momen-momen tak terduga yang tiba tanpa disangka-sangka. Seolah kita hanya boneka marionette dalam pertunjukan. Jadi, biarkan saja. Copyright © 2016 by Hafshara Haziqa (runawaybieburr)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CERPEN (END)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Sekali Lagi (End)
  • Letter From Chacha (The End)
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Kisah Aku
  • harapan yang pupus
  • Perihku Ditinggalkan
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Pergi yang Tak Kembali..

Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?. Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines