Sacrifice and Pain

Sacrifice and Pain

  • WpView
    Membaca 330,436
  • WpVote
    Vote 44,510
  • WpPart
    Bab 57
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 11, 2020
Bahagia itu sederhana. Sesederhana saat apa yang kita ingin, kita dapatkan dengan cuma-cuma. Sakit karena luka memang luar biasa, tapi kita harus tetap menahannya, agar kita tahu sampai mana titik kelemahan kita. Sama halnya dengan Shania. Ia juga berusaha menahan seluruh luka, yang ia sembunyikan di balik tawa hanya karena ingin mencairkan dinding pertahanan milik Shawn. Afferoes Shawn Elkan terus-menerus mengabaikan Shania, karena masa lalu yang membuatnya terbelenggu. Saat Tuhan telah memberikan Shania kesempatan, ada saja penghalang yang menghancurkan. Hingga pada suatu masa, ia diberikan dua pilihan, mempertahankan sesuatu yang telah diperjuangkan dengan menahan segala kesakitan, atau melepaskan apa yang berada di genggaman demi membuat orang lain mendapatkan kebahagiaan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#774
mostwanted
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dishana (End)
  • (N)ever Be Real [END]
  • Love in Silence
  • ADARA
  • Silence In Their Minds
  • SHANA
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • FLU & BATUK
  • Dia Kembali (GreShan)
  • LB BOOK II: ENDLESS PAIN [END]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan