Save Me Boy

Save Me Boy

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 5, 2024
PROLOG "Tidak! Jangan!" Mohon sang gadis pada pria kejam disana. Pria itu dengan senjata pisaunya yang tajam dan sorot mata yang menyala-nyala. Menunjukkan kebencian yang dalam pada lelaki yang bersandar tak berdaya di dinding tepi danau ini. Benar-benar tak disangka. Pria itu bisa melakukan ini pada mereka. Dengan kejam sekali pria itu berniat menghabisi nyawa mereka. Lelaki itu meringis sambil memegang perutnya yang nyeri. Tapi ini tak sebanding dengan apa yang dirasakan oleh gadis yang dicintainya. Sungguh, lelaki itu bersumpah akan menjaga gadis-nya. Meskipun nyawa menjadi taruhannya. "Ini persis dengan 7 tahun silam bukan?" Gadis itu tersentak. Seakan mengingat memori 7 tahun yang lalu. Sebutir air mata terjun melewati pelipisnya. Hingga air mata selanjutnya yang membanjiri wajah cantik gadis itu. "hanya saja saat itu kita ada disana. Aku sengaja mempercepat ini," pria kejam itu mengusap lembut pisaunya. Sungguh menyeramkan. "agar tak ada lagi anak sepertiku!"
All Rights Reserved
#170
coffe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories
  • TOXIC Relationship
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Promise Me ( END )
  • Little Strawberry Girl
  • kiara's dream
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ON SIGHT (Completed)
Memories

"Shaloom!" Gadis berseragam putih abu itu menghentikan langkahnya tanpa menoleh. "Mau sampai kapan lo diemin gue kaya gini?" Laki-laki yang memanggilnya kini berdiri tepat dihadapannya. Shaloom tetap enggan menatapnya. Dia mengepalkan kedua tangannya. Menahan sesak didadanya. "Liat gue Sha!" Shaloom menatap laki-laki tadi sejenak. Kemudian kembali membuang pandangannya. Ada alasan tersendiri mengapa Shaloom enggan menatapnya. Dia hanya tidak ingin menunjukkan kesakitannya. Dia tidak ingin terlihat lemah. "arrrggggghhhh!" Laki-laki tadi menggeram kesal. suaranya mulai meninggi "Apa segitu parahnya salah gue sama lo Sha? Sampe natap gue pun lo jijik!" Bibir Shaloom bergetar. Menahan butiran air mata yang sedari tadi dia tahan. "Gue harus gimana Sha biar lo bisa maafin gue. Biar lo bisa natap gue lagi. Biar gue bisa liat senyum lo lagi. Gue harus gimana Sha? bilang ke gue." Shaloom sudah tak kuasa menahan semuanya. Dia berbalik, dan meninggalkan laki-laki tadi dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines