PRESENCE

PRESENCE

  • WpView
    Reads 1,342
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 27, 2018
[ On Updates ] ✅ Jika sebelumnya Anin adalah perempuan paling beruntung karena mempunyai semua kebahagiaan yg belum tentu orang lain punya. Tapi itu semua tidak menjamin Anin akan selalu bahagia. Semua berubah, sejak Ferdinan dipindahkan ke negara lain untuk meneruskan bisnis keluarganya. Dan warna kehidupan Anin juga mulai berganti, saat seseorang mencoba mengisi hati Anin yang lukanya pun belum sempat mengering. Dia galak. Tidak pernah sehari tidak membuat Anin marah. Dia juga bossy. "Segitu kesalnya ya lo sama gue?" covered by me xixi.
All Rights Reserved
#349
gemes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Finally I Lose Him | ✔ [ COMPLETED ]
  • Study Loving You
  • The Chronicles of Senior Year [COMPLETED]
  • Vous Me Voyez 2
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • ALASKA #Wattys2019
  • Terlambat [COMPLETED]
  • A N I N. (Re-post)
  • A Y A N A (Revisi)

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines