Pengalaman Pakai Softlens 2

Pengalaman Pakai Softlens 2

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 22, 2016
Tepat satu minggu setelah membeli softlens yaitu pada hari selasa (tanggalnya lupa), aku memutuskan untuk langsung memakai softlens, setelah aku pakai ternyata rasanya enak juga mata lebih awas serta tersedia dengan banyak pilihan warna, tetapi pada waktu itu aku masih mengalami kesusahan memakai softlens, dengan senang hati temanku nana membantu memasangkan softlens,tepat pada hari jumat aku melakukan sebuah kecerobo karena pada waktu itu aku lupa belum memakai tetes mata, jadinya mataku perih dan pandanganku buram, setelah mengetahui kasalahanku akhirnya setiap mau memakai softlens tidak lupa juga aku meneteskan tetes mata. Setelah memakai softlens beberapa lama akhirnya aku diketahui oleh adikku, dilanjutkan orangtua dan teman-teman banyak yang memarahi tetapi ada juga yang memuji, setelah mengalami kejadian, serta mencari bahaya memakai softlens dari internet tersebut aku mulai jarang pakai softlens, tetapi kalau terpaksa ya aku memakainya. Sekian cerita dari saya
All Rights Reserved
#13
kuala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible Wish
  • Under The Rain
  • Broken Silence [SEULRENE]
  • Make (me) Up ! ; seulrene ✔
  • PROMISE
  • Sadness
  • What Can I Do ?
  • Rumah baru untuk Ibu
  • Ketos Park Jisung & Me
  • kaisoo gs kehidupan kyungsoo (END)

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines