Dari Rahim Ombak

Dari Rahim Ombak

  • WpView
    Reads 328
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 21, 2016
Anjul merasakan pedih yang menyayat kulitnya saat bom itu meledak di dekatnya. Dia limbung, berenang tak tentu arah. Samar-samar dilihatnya pengebom tertawa di atas perahu." Itulah balasan bagi orang yang melindungi karang!" Mereka menyeringai penuh kemenangan. Jiwa Anjul menangis saat menatap karang yang dia tanam hancur berantakan terkena bom ikan. Tetapi, Anjul tidak akan menyerah, mereka boleh menyakiti fisiknya tetapi tidak jiwanya yang telah menyatu dengan karang. Anjul dan Katir adalah pelindung karang, jiwa mereka telah menyatu dengan karang. Tetapi dalam perjalanan waktu Katir jatuh cinta dengan Ulan putri semata wayang Makaruhun Sang Pengebom Karang. Katir pun mengkhianati karang dengan menikahi Ulan. Dia jadi pengebom yang handal. Akankah Anjul berdiam diri melihat karang yang merintih saat bom memporak porandakan mereka? Akankah dia melawan kakaknya sendiri? Lalu siapakah Jurmini yang berusaha memikat sang pejuang karang? Apa yang terjadi saat karang mulai membalas perlakuan manusia yang semenamena terhadap mereka. Satu persatu prahara muncul menimpa para pengebom. Bagaimana akhir cerita sang pejuang karang? Anda akan mengetahuinya saat membalik halaman demi halaman novel ini. -------------- Penulis: Tison Sahabuddin Bungin Editor: Ermina Zahra
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kara: I Left God at The Door
  • Sejenak Luka
  • Laut menyimpan rahasia ibu
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN
  • Terikat Luka
  • Aksara Cinta || ON GOING
  • Andai Kau Tau
  • RENJANA DERANA [END]
  • Ku Ingin Kau Kembali

Salahkah mereka yang mencoba berpaling? Ataukah mereka memang sudah dibutakan oleh kenikmatan duniawi? Lenaan yang memikat membuat siapa pun rela meninggalkan Tuhannya meski itu hanya di depan pintu. Ambar telah melakukannya. Dia rela meninggalkan Tuhan di depan pintu dengan dalih untuk mengobati luka hatinya. Lalu, bagaimana Ambar harus mempertanggungjawabkan tindakannya itu? Saat mencoba menebus kesalahannya, tamparan nasib membuatnya harus menyaksikan anak-anaknya tewas mengenaskan di tangan anak tertuanya. Mungkinkah ini teguran karena telah meninggalkan Tuhan? Tidak sampai di situ kegetiran hidup yang harus dia rasakan. Anak terakhir Ambar, Kara, kembali mengulang kesalahannya. Saat gadis lugu itu mencoba kembali mengais cinta kasih Tuhan dengan beban turunan yang dia pikul dari orang-orang yang telah meninggalkannya, terpaan badai kehidupan kembali memporakporandaan batinnya. Dapatkah Kara kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki dan menjadi hamba yang taat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines