Kiss The Rain

Kiss The Rain

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 8, 2016
Orang tua Carissa meninggal ketika ia berusia delapan tahun. Kakak laki-lakinya terlalu sibuk bekerja. Ketika duduk di bangku SMA ia merasa bahwa kesendirian adalah takdir mutlaknya. Tak ada sahabat untuk berbagi. Sampai pada sebuah kecelakaan mobil mempertemukannya dengan sosok Keanu. Pria keras kepala yang menjungkir balikkan dunia sepi Carissa dengan tingkah polahnya. Di saat Carissa mulai merasakan kebahagiaannya kembali, seolah badai kehidupan enggan beranjak meninggalkannya. Sanggupkah Carissa memperjuangkan kebahagiaannya? Atau kah ia akan membiarkan begitu saja dirinya tenggelam dalam dunia sepi?
All Rights Reserved
#3
carissa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • My Fierce Girl [The End]
  • Fajar & Senja
  • Yang Tak Pernah Kembali - On Going
  • If I Have You Only
  • Antara Cinta Dan Restu (HIATUS)
  • ketika senja menyapa
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • AKSELIO NALENDRA

Tak ada hal yang harus Carla tolak jika dia datang kembali. Walau sudah berulang kali perjuangannya tidak dihargai. Jika dia menolak. Mungkin itu adalah hal paling bodoh selama 3 tahun ini dia perjuangkan dan menunggu. Laki-laki itu datang tanpa keberanian. Hanya dengan rangkaian bunga sebagai sosok dirinya dan selembar kertas sebagai mulutnya. Betapa bahagia Carla. Tuhan baik kepadanya setelah kenyataan mengikhlaskan kedua orangtuanya untuk pergi selama-lamanya. Laki-laki yang dia cintai selama ini, kini selalu bersamanya. Menggantikan sosok kedua orangtua. Walau memang tak sepenuhnya. Namun jika dia mendapat pilihan. Pertama, kehilangan kedua orangtua tetapi apa yang telah ditunggu datang. Kedua, orang yang telah ditunggu-tunggu tidak pernah datang, namun sosok kedua orangtua ada selalu untuknya. Tanpa berpikir dua kali, dia akan memilih yang pertama. Namun apa boleh buat, jika takdir berkata lain. Ketika dia harus menerima kenyataan kedua. Semua itu terjadi. Carla memutuskan untuk hidup sebatang kara. Ketimbang dia ikut dengan abang dan adiknya. Dia lebih senang di Indonesia walau sendiri. Karena hanya rumah yang ditempatinya kini pernah merasakan kekeluargaan. Takdir berjalan lagi lebih cepat. Tuhan mengambil semua miliknya. Orang yang dia sayang dan begitupun dengan ingatannya. Semua begitu cepat berubah hanya dalam waktu beberapa bulan. Semua kehidupannya berubah. Kini dia tinggal bersama keluarga kecilnya. Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan yang mendalam. Dengan hadirnya seseorang yang begitu cepat mencintai Carla dengan sepenuh tanpa dia sadari. Namun marahnya tak bisa dia kendali saat tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi kurang lebih 1 tahunn lalu. Betapa pahit rasanya mengetahui apa yang terjadi. Kemarahan itu Carla lampiaskan kepada semuanya. Keluarga keciln dan orang yang sepenuh hati membantunya untuk sembuh dan berusaha membahagiakannya. Sampai akhirnya kesadaran dia rasakan. Setelah kehilangan itu terjadi. Namun Tuhan ................

More details
WpActionLinkContent Guidelines