Ara
  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 27, 2016
Kenyataan yang sangat pahit sudah ku alami sejak diriku ini dilahirkan. Aku ar, yang tidak pernah merasakan kasih sayang murni dari seorang ibu dan ayah. Mungkin mereka benar kalo aku ini pembawa sial. Berbagai masalah selalu datang bersamaan dalam hidupku. Tangisan yang sudah biasa ku alami dan tawa yang mungkin sudah kulupakan. Tapi seseorang merubahnya. Merubah segalanya. Namun seiring kedatangannya, masalah juga tidak surut menghampiriku. Seorang yang sudah lama menghilang pun datang seakan tanpa dosa menghampiriku. Oh Tuhan, entah berapa kali kau mengujiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Keano
  • We're destined to met, not to united.
  • A Loveship
  • Remember?
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Been You
  • Let Me Love You Longer
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines