We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mutiara Di Segelas Kopi

Mutiara Di Segelas Kopi

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 22, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Aku langsung masuk ke kamar. Mengurung diri di sana. Tak lagi peduli pada teh yang mungkin sudah mendingin. Sedingin hatiku. Dan hanya satu status yang tercantum di akun media sosialku. Aku benci teh panas buatan ayah. *** Cerpen dimuat di buku Pak Den dan Bu Wi: Genom
All Rights Reserved
#442
mutiara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • beautifull sunset and someone berbatik
  • My Brother | BL [21+]
  • PULANG  [COMPLETE]
  • Cerita Baim
  • Gesrek Love Story
  • Step Family 🔞
  • Kumpulan Cerpen
  • SERSAN KU

"emang boleh cewe sekaku dena berkelahi dengan cowok se estetok a yasirr" ucap seorang gadis bernama lengkap azdena andalussya itu ,ia sedang duduk di bangku bawah pohon yang rindang, dengan angin sepoi" yang ada di halaman pondok nya, namun tiba"suara berat nan candu terdengar dari belakang gadis itu "boleh den, emng gaboleh knp? nanti yasir ajarin pose apapun yang dena mau asal, orangnya dena" bak di sambar petir siang" bolong, dena langsung membalikan badan nya untuk melihat, siapa yang baru saja menjawab ucapan nya, dena kira orang itu bukan a yasir sungguhan, tapi ternyata itu benar a yasir, a yasir tersenyum tipis lalu berbalik badan untuk terus berjalan menuju rumah, lebih tepatnya rumah guruku, dan a yasir adalah putra ke-3 guruku, dan nama lengkap a yasir adalah yasir izzatullah at-tanzil. Kesalahan terbesar dalam hidup ku adalah terpikat hati pada seseorang yg seharusnya aku hormati, mengagumi dia yg notabene putra guruku sendiri tapi inilah aku, aku yang membuat kerusuhan hatiku, sampai tak sadar semakin dalam mengaguminya, semakin dalam juga aku menabung rasa sakitnya , tapi entahlah aku hanya ingin menikmati masa remaja ku. Jangan lupa vote, and comment ya gaiss

More details
WpActionLinkContent Guidelines