Story cover for Hero's by nisyazz
Hero's
  • WpView
    Reads 391
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 391
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jun 22, 2016
"Eh woy... liat coba tuh peri gigi kayak nya ngomel-ngomel deh... ke kita"

Puri.

"Baee lahh... "

Aliya

Mereka menghiraukan guru yg sedari tadi marah marah dari jauh. Melalui mik ibu guru itu menyuruh mereka untuk masuk ke kelas. 

"Eh... bu heni ke sini siah... "

Ica.

"HEH... KALIAN KELAS MANA?" ucap ibu guru yg bernama bu heni, sambil menujuk kan jari telunjuknya yg mengarah paa mereka.

"Kaburr cuyy ada Buldog.."
Teriak lelaki yg tadi sedang bermain volly.

Nabiel.

****

Author: hayy guys ini cerita kedua aku, jadi aku minta kesan nya dong sama vote nya jg. Hargain yah cape nih nulis nya kan pake imajinasi jg walau cerita nya true story. Tapi harus aku kemas lagi supaya lebih menarik yah kan

Sebelum nya aku mau kasih tau cerita ini true story yah. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa judul nya Hero's? Terus apa yg Hero's orang kah? 
Nah kalau mau tau baca yah jamin seru

Maksih yg udh mau baca sama vote nya
All Rights Reserved
Sign up to add Hero's to your library and receive updates
or
#117loyal
Content Guidelines
You may also like
Rara [ Proses Penerbitan ] by renipepayosa
52 parts Complete
{Jangan lupa follow sebelum membaca} No. Plagiat!! "Meski perasaan itu penting mimpi adalah Hal utama yang lebih dahulu harus di kejar" Rara violenta Philotra gadis sederhana yang hidup bersama nenek dan kekek nya kerena, kedua keluarga nya mengalami keselamatan. Gadis sederhana yang mendapat biaya siswa di sekolah SMA Metodis sekolah yang semua murid nya anak konglomerat beranda. hingga suatu insiden kecil yang menyebabkan pertemuan antara Rara dan Raihan Caisar wiliam. cowok yang cuek yang perparas tampan dan pendiam, ia ketua exkul musik di sekolah Metodis itu sekaligus anak dari pemilik sekolah itu, ia juga ketua geng motor yang terkenal dengan raja jalanan dan berandalan. "Maaf kak Rara mau tanya" "tanya apa enggak usah izin kali, kalau mau ngomong! " "Kenapa kakak ketua exkul music, kakak kan enggak pernah ikut eskul nya" "Emang masalah buat lo! " "Iya, enggak sih kak" "iya karena kemarin pemilihan ketua eskul music Orang terganteng jadi, gw yang dipilih nasib orang ganteng" "kakak lucu deh" "kok gw yang lucu lo, tuh yang lucu gemes banget sih lo" •••• "Udaranya sejuk ya kak"ujar Rara melihat Pemandangan bukit. "Iya Ra, gw ajak lo ke sini gw mau ngomong Sesuatu sama lo! " "Gw tau kita baru kenal dan gw tau seiring berjalan waktu kita akan ketemu orang baru" "Matsut kakak apa sih? " Lo emang enggak peka ya Ra.. "Matsut gw, gw... gw.. gw.. sebenaraya suka Sama lo Rara Violenta Philotra" "Hahaha, sorry kak seperti kakak bilang tadi Kita masih baru kenal dan kita juga belum Mengenal sifat-sifat asli kita gimana dan Lagi pula perjalanan hidup kita masih Panjang yang harus kita hadapi, dan lagi Pula aku udah punya komitmen dalam hidup Aku sebelum aku sukses dan membangangkan Nenek dan Kakek" "Okey gw akan tunggu 6 tahun lagi" "Lah kakak serius mau tunggu 6 tahun lagi" "Hm" "Makasih kak" Penasaran kan kelanjutan kisah Rara dan Raihan apakah Rara goyang sama komitmen Nya atau sebaliknya??
Rindu Senin Pagi by Rizardila
25 parts Complete
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
Mine [SELESAI] ✔ by Iputry
39 parts Complete
PART MASIH LENGKAP. Kelas sudah sepi sekarang,karna bel pulang telah bunyi lima menit yang lalu.Hanya tinggal Kanaya dan Rayan yang ada di kelas,karna sabil pergi lebih dulu bersama pacarnya itu. Rayan membalikkan badannya,sekarang Rayan dan Kanaya duduk berhadapan. "Hai" sapa Rayan pada Kanaya memecah keheningan. Kanaya hanya melihatnya sekilas lalu kembali membenahi tasnya. "Lo mau pulang bareng gue?" lanjut Rayan bertanya kepada Kanaya. "Maaf gue dijemput sama ayah gue" sahut Kanaya ketus.Seraya berjalan keluar kelas meninggalkan Rayan sendirian. Rayan tau kalau Kanaya akan bersikap seperti itu padanya.Kanaya di kelas sangat pendiam terkecuali jika sabil sedang bersamanya,Kanaya menjadi lebih cerewet. "Will you be mine Kanaya Afinda?" tanya Rayan kepada Kanaya sebelum sampai keluar kelas. Kanaya sontak menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Rayan tajam. "Maksud lo apa ngomong gitu!?" sahut Kanaya dengan nada sedikit tinggi. "Maksud gue,lo jadi milik gue mulai hari ini" "Apaansi seenaknya aja lo kalo ngo-" "Gaada penolakan,dan hari ini juga lo bakal pulang bareng gue.titik." ucap Rayan menyela perkataan kanaya. *** ATTENTION! CERITA INI BELUM PERNAH DIREVISI,JADI MOHON DIMAKLUMI JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN DI DALAMNYA. SEMUANYA MURNI KARANGAN PENULIS,JADI TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK SIAPAPUN MENCOPPY CERITA INI. ---------------------------------------------------------------------- Author bakalan ngajak kalian kesel,ketawa dan tegang berjamaah.Tapi kalo kalian gak ngerasain apa apa ya berarti kurang feelnya di cerita ini.Maklum authornya amatiran,ehe. Tertarik? Silahkan baca ya:) But,buat kalian yang punya selera humor tinggi,ini bukan tempat kalian.Karena humor authornya sendiri pun retceh sangadd:') Sankyu -------- Copyright©April2019
Bawa Aku Pulang (End) by Rizardila
9 parts Complete
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
You may also like
Slide 1 of 10
KEVIN cover
ALSTARAN [END] cover
Rara [ Proses Penerbitan ] cover
KAY'S STORY cover
Rindu Senin Pagi cover
Mine [SELESAI] ✔ cover
Origami Alfiolita (End) cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
ARGIAN [ON GOING] cover
VAGALDARA [TERBIT] cover

KEVIN

14 parts Complete

Gimana sih rasanya kalo kamu mengidam idamkan seseorang, dan orang itu adalah pacar dari musuh terseram kamu dan musuh terseram kamu itu punya kakak yang suka sama kamu dan selalu melindungi kamu dimanapun? Kalo disuruh milih, kamu pilih yang mana? Yang berjuang atau yang kamu perjuangin? Baca ajah yah!! Mungkin cerita ini bisa menjawab semuanya! 😄 Edited by Jasjus Rasa Pare 😄😄😄 Muach muach... 😘 ¤¤BEST RATE¤¤ 26122019 ---- #1 kecoa