Can You Give Me One More Chanche

Can You Give Me One More Chanche

  • WpView
    Reads 1,350
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 24, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Aku hanya lupa bagaimana caranya menyatakan cinta... dan menjaga hatinya. ~rendy *** "buku ini, menceritakan kisah sebuah hati yang mengalami rasa sakit berkali-kali, hancur berkeping berulang kali, tapi tidak pernah menyerah untuk mencintai. Intinya hati kita itu kuat buat melakukan itu semua, cuma mungkin karna kita merasa tidak kuat menahan rasa sakit nya... kita menyerah gitu saja. Padahal masih ada kesempatan, inti dari cerita ini adalah kisah sebuah hati yang membutuhkan kesempatan." Jawab ku mengakhiri pertanyaan sang wartawan itu. kini semua nya berdiri dan memberikan tepuk tangan pada ku. Tapi satu-satu nya objek yang berulang kali aku tatap adalah gadis itu. sejak dulu aku tidak pernah bisa mengalihkan tatapan ku dari nya, kini itu pun terulang lagi. Ya Tuhan, jagalah kebahagiaan nya untuk ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Rindu yang berjarak
  • Air Mata Cinta
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Kitab Romancuk
  • DikaRanggi
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • | About You |
  • Mahligai Sunyi

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines