Fallen Angel

Fallen Angel

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 2, 2016
Kevin terus menatap orang itu dengan intens. Yaah.. kedua perkiraannya ternyata salah besar. Dia bukanlah seorang pencuri maupun kucing liar. Dia hanyalah seorang gadis yang terluka dengan bulu-bulu halus yang berterbangan disekitarnya. Ini tidak masuk akal ! Kevin sempat berpikir ini hanyalah sebuah lelucon, namun begitu menyentuh benda itu, seketika itu Juga Kevin sadar bahwa benda itu terasa nyata. Bagaimana mungkin ada sepasang sayap dibelakangnya ? ______________ "Boleh aku tinggal disini tuan ? hanya sementara sampai aku sembuh, aku tidak bisa kembali ketempatku jika sayapku belum pulih dan satu-satunya orang yang kukenal hanya kau.. kumohooon" "Bagaimana aku yakin jika kau sedang tidak menipuku ?" "Emmm.. kau bisa pekerjakan aku jadi pembantumu, aku janji akan selalu membersihkan apartementmu selama kau pergi bekerja" tawar gadis itu. Kevin terdiam sejenak. Jujur, ia sedikit tergiur, setidaknya ada yang membantunya membersihkan apartement, jadi ia tak perlu capek membersihkan apartementnya sendiri yang bisa dibilang besar ini. ..................................
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Quick Wear: Lelaki tua yang tidak punya keturunan membujuk janda muda Punya Bayi
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • MY LOVE STORY
  • Suamiku yang Berwujud Harimau [Kehidupan Bertani]
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • 30 Days of Domestic Fluff

Pahlawan wanita yang malang telah berada di jalan menuju suaminya yang tidak beruntung, membunuh satu demi satu. Pi Tian adalah seorang janda muda yang terkenal di lingkungan itu. Dia berkulit cerah, parasnya cantik dan kakinya jenjang. Dia menarik perhatian dan memikat banyak pria yang mendatanginya dengan tatapan penuh nafsu setiap hari. Demi melindungi dirinya, Pi Tian jatuh cinta pada lelaki tua yang hanya berani memperlakukannya dengan baik secara diam-diam pada pandangan pertama. Tetapi lelaki tua itu bersikap acuh tak acuh dan menjauhinya bagaikan menghindari wabah. Dia selalu menolaknya dengan satu kalimat, "Aku tidak pantas untukmu..." Mata Pitian memerah karena marah, "Kamu belum mencoba...bagaimana kamu tahu kamu tidak pantas untukku..." Pitian mengambil inisiatif untuk berdiri di depannya lagi dan lagi, menunjukkan senyum polos, "Paman, garis-garis di telapak tanganmu sangat jelas, bolehkah aku menyentuhnya?" "Paman, apakah pinggangku patah? Bisakah kau memijatnya untukku..." "Paman, sakit di sini...apakah aku akan segera mati..." Pitian tersentuh oleh belaian pria itu, dan berkata dengan enggan, "Paman, mereka semua mengatakan bahwa aku tidak beruntung...aku tidak ingin kau mati..." Mata Pitian merah karena menangis, dan bahkan lehernya merah karena kesedihan, dan seluruh tubuhnya sedikit gemetar. Pria itu memeluknya, menundukkan kepala, dan mencium lembut air matanya. "Jangan menangis, aku kuat, aku tidak takut padamu..." Juga dikenal sebagai "Aku pembunuh suami dan kamu pembunuh istri, kita pasangan yang cocok"

More details
WpActionLinkContent Guidelines